PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Sebanyak dua belas pekerja PT Era Baru Group menjadi bulan-bulanan oknum yang diduga TNI dan Polri, Senin (6/7) sekitar pukul 16.30 Wib. Kejadian naas yang menimpah buruh kebun kelapa sawit ini bermula dari konflik antara dua perusahan perkebunan yang berlokasi di kelurahan Sail, kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau.
Kepada media ini korban pengeroyokan bernama Yateti Laia menyebutkan bahwa dirinya diserang oleh oknum yang diduga TNI dan Polri saat sedang berada di rumahnya. “Saya terkejut ketika mereka datang dengan menggunakan 3 unit truk TNI dan 2 unit mobil pribadi,” unkapnya ketika diwawancarai di Polresta Pekanbaru, Selasa (7/7) pukul 01.00 dini hari.
“Tiba-tiba saja saya diserang sekitar 20-an orang , saya dipukuli dan ditendang. Setelah itu saya dimasukkan kedalam mobil dan dibawa ke Polsek Tenayan Raya,” ujarnya sembari menahan sakit.
Laia yang mengaku bertugas sebagai pengurus kebun ini memaparkan bawa dirinya dituduh telah melakukan pembakaran terhadap satu unit alat berat. Namun Laia yang mengaku tidak tahu-menahu kejadian dimaksud menyangkalnya.
“Saya tidak tahu siapa yang membakar alat itu,” imbuhnya.
Menurut Laia, sebelumnya ia memang menghalau alat milik PT. Gerindo Investama Internasional (GII) yang sedang bekerja tersebut karena dianggap telah memasuki areal kebun dan merusak tanaman kelapa sawit yang ia jaga. “Namun, saya tidak tahu kapan dan siapa yang telah membakar alat itu,” ujarnya mengulangi.
Atas pengeroyokan yang dialaminya, Yeteti Laia mengalami luka serius dibagian mata. Selain itu Laia juga mengeluhkan sakit pada rusuknya akibat ditendang berkali-kali.
Jelas Laia lagi, bahwa dari kedua belas korban pengeroyokan tersebut, tidak semuanya karyawan atau pekerja di perusahaannya.
Laia menduga, kedatangan oknum tersebut adalah suruhan PT GII. Disinyalir akibat sengketa Lahan yang dimenangkan PT. Era Baru Group, membuat PT GII jengkel dan membayar oknum-oknum tersebut untuk mengawal perusakan dengan menggunakan alat berat.
Sementara itu, Kuasa Hukum PT Era Baru Group, Bangun Pasaribu, SH mengaku telah melaporkan pegeroyokan tersebut ke Denpom Pekanbaru. “Kita menduga pelaku pengeroyokan itu adalah oknum TNI, makanya kita buat laporan ke Denpom agar diselidiki lebih jauh keterlibatan oknum tersebut dalam perkara ini,” ujarnya.
“Kita akan kawal permasalahan ini sampai ada titik terangnya,” tegas bangun.
Disisi lain, pimpinan PT Era Baru Group, Edi Surianto menyesalkan kejadian yang menimpah pekaerjanya itu. Menurutnya hal ini tidak akan terjadi jika polisi menindaklanjuti laporan yang telah dibuatnya sekitar dua minggu sebelumnya di Polresta Pekanbaru.
“Kita telah buat laporan atas perusakan yang dilakukan oleh PT. GII sekitar dua minggu yang lalu,” ungkapnya.
Menurut Edi Surianto usai melaporkan hal tersebut, dirinya juga membawa pihak Polresta langsung ke TKP untuk menyaksikan perusakan yang telah dilakukan oleh PT GII.
“Saya heran, hingga saat ini laporan saya itu tidak ada tindaklanjutnya,” ungkapnya dengan nada kecewa. “Malah sebaliknya, pekerja saya yang dianiaya dan menjadi terlapor,” imbuhnya seakan memprotes kinerja Polresta Pekanba
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Hariwiyawan, SIK saat akan ditemui belum bersedia memberikan keterangan. Hingga berita ini dirilis belum ada penjelasan yang bisa dikutip dari Polresta Pekanbaru.**bang’Mora





















































