Diduga Minim Pengawasan Konsultan, Proyek P3-TGAI Saba Laksa “Amburadul”

0
61

HUMBAHAS, SUARAPERSADA.com – Pemeritah dalam menjalankan roda pembangunan tentunya bertujuan untuk kemakmuran masyarakat, demikian juga halnya dengan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air irigasi atau yang biasa di singkat dengan istilah P3-TGAI yang di luncurkan oleh Kementerian PUPR Direjen Sumber Daya Air (SDA).

Melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera II yang beralamat di Jln. Jend Besar AH Nasution no 30 Pkl Masyur Medan, proyek ini dilaksanakan dengan cara swakelola.

Ini tentunya bertujuan agar dalam pelaksanaannya mengutamakan kualitas ataupun mutu dari pekerjaan. Karena bangunan irigasi dikerjakan oleh kelompok masyarakat yang sekaligus penerima manfaat dari bangunan tersebut yang dalam pelaksanaanya tentunya didampingi oleh Konsultan Bangunan, Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) dari PUPR.

Tetapi sesuai dengan pantauan awak media Suara Persada Indonesia di lapangan P3-TGAI Saba Laksa, Rabu (25-8-2021) tidaklah seperti apa yang diharapkan.

Pekerjaannya betul betul hancur, boleh disimpulkan diduga tidak sesuai dengan Bestek dan RAB dari bangunan.

Hal ini dapat kita lihat dari lantainya yang sudah “kupakkapik” padahal baru saja selesai dikerjakan.

Kepada awak media ini masyarakat yang bertani di sekitar bangunan berada mengaku sangat kecewa
Dengan kualitas bangunan tersebut.

Bahkan para petani tersebut menjadi merasa cemas pabila bangunan ini nantinya roboh tentunya akan berakibat rusaknya puluhan hektar persawahan dan tetunya akan menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan bapak Manalu dan Ibu Boru Sinaga yang areal sawahnya persis di tepi irigasi yang di bangun.

Melalui media Suara Persada Indonesia masyarakat memohon agar instansi terkait segera menangani masalah ini. Dalam hal ini Dirjen SDA Sumatera II tentunya harus segera memperbaiki bangunan tersebut.

Sesuai informasi yang diperoleh awak media dari masyarakat maupun temuan di lapangan untuk Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan untuk Tahun Anggaran 2021memperoleh kurang lebih 15 paket P3-TGAI yang hampir semua mempunyai masalah pada lantai dan pundasi serta pasangan semen yang tidak sesuai ditambah lagi kepala tuakang tidak pernah tau RAB dan Gambar Bangunan. Bahkan plang proyek tidak dipasang, sehingga masyarakat luas tidak tau asal usul bangunan tersebut.

Menurut beberapa Kepala tukang yang di konfirmasi RAB dan Gambar Bangunan tidak pernah lihat, karena kabarnya disembunyikan Ketua Kelompok.

Sementara itu, perihal proyek P3-TGAI Saba Laksa yang amburadul dan proses pengerjaanya diduga tanpa pengawasan, awak media ini mencoba mengkonfirmasi M Sitanggang selaku konsultan.

Melalui pesan WhatsApp, M Sitanggang menyampaikan, “jika pekerjaan tidak layak pengelola akan diminta untuk memperbaiki bahkan tidak tertutup kemungkinan diminta untuk mengganti kerugian,” tegasnya.**(Jhn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here