Diduga Cemari Lingkungan, Warga Pejangki Gugat PT. SML dan Bupati Inhu

0
873

RENGAT, SUARAPERSADA.com – Warga Desa Pejangki Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (INHU) ajukan gugatan ke Pengadilan Negri (PN) Rengat melalui kuasa hukumnya Dodi SH MH 21/10/2016)

Dodi SH MH mengatakan “Klientnya menggugat PT SML (Sumatera Makmur Lestari) dengan gugatan terkait pencemaran lingkungan tepatnya dengan cara membuang hasil limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berkapasitas produksi 60 ton/ jam ini, secara langsung membuang hasil limbahnya keanak sungai pejangki, yang berada didesa Pejangki.

Serta Bupati Indragiri Hulu (INHU) Yopi Arianto SE turut tergugat karena telah memberikan Izin Usaha Perkebunan Produksi (IUPP) kepada PT. SML melalui Surat Keputusan Bupati Indragiri Hulu No.634 tahun 2014 tertanggal 8 Desember dan juga memberikan Izin Lingkungan PT SML sebagai syarat terbitnya IUPP yang mana izin lingkungan diberikan dalam bentuk persetujuan ANDAL, RKL dan RPL PT. SML pada 17 juli 2007.

Bayu berkata selaku kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Indragiri Hulu mengatakan sudah melayangkan surat teguran pertama berupa Sanksi Administrasi kepada pihak PT.SML.

Dengan memisahkan parit air cucian pabrik dan air hujan dan menutup aliran cucin pabrik serta mengalirkannya ke IPAL. Kemudian yang kedua adalah PT SML diminta untuk melakukan penambahan kolam IPAL yang dilengkapi dengan aerator sebagai upaya untuk mengurangi kadar BOD yang ada di air limbah.

Terkait jumlah kolam IPAL yang dimiliki oleh PT SML saat ini jumlahnya hanya lima unit kolam. Sementara itu berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT SML yang diterbitkan pada tahun 2007 disebutkan bahwa jumlah kolam PT SML mestinya berjumlah sepuluh kolam.

Sepuluh kolam tersebut, antara lain kolam pembiakan bakteri, kolam pengasaman, kolam netralisasi dan pendingin, kolam perombahakan an- aerob primer I, kolam perombakan an-aerob primer II, kolam pematangan an-aerob sekunder I dan II, kolam aerob dan kolam sedimentasi.

Hanya saja menurut Bayu, dengan lima kolam yang dimiliki oleh PKS PT SML dianggap cukup bila mereka memiliki line aplication atau pipa penyalur limbah menjadi pupuk. “Lima kolam itu cukup, kalau mereka memiliki line aplication,” ujar Bayu.**(Jason)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here