Beranda Bengkalis “Celoteh” Oknum Kades Lindungi Cukong Perambah Kawasan Hutan

“Celoteh” Oknum Kades Lindungi Cukong Perambah Kawasan Hutan

912
0
Kepala Desa Pematang Duku, Badrun (foto google)

BENGKALIS, SUARAPERSADA.com – Oknum Kepala Desa Pematang Duku (Badrun) diduga Sanggup Pasang badan demi untuk melindungi cukong perambah kawasan hutan areal Desa Pematang Duku-Desa Bantan Sari.  Tindakan semi nekat oknum kepala Desa tersebut terlihat jelas ketika salah satu alat berat jenis Excavator (Beko) milik terduga cukong perambah ribuan hektar kawasan hutan diamankan oleh Tim Balai Pengaman dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Dua Sumatra tanggal 9 Maret 2019 lalu.

Usai diaman dan titipkan, alat berat jenis Excavator diduga milik cukong perambah kawasan hutan berisial Mrmt dan Hsn oleh  Tim BPPHLHK Wilayah Sumatra, tak selang beberapa waktu kemudiannya muncul sanggahan dari kepala Desa Pematang duku mengatakan bahwa alat berat tersebut ia sewa dari Hermanto.

Namun tujuh bulan kemudian alat berat yang merupakan Barang  Bukti kejahatan kehutanan tersebut, tepatnya pada tanggal 22 September 2019 malah diambil oleh Kepala Desa Pematang duku tanpa persedur.

Kepala Desa Pematang duku (Badrun) saat dikonfirmasi Tim Media ini tanggal 24/9/2019 sekitar arel Desa Damai mengatakan, “saya minjam beko sama pak hermato, kita punya surat,” kilahnya.

Ketika ditanya apa dasar mengambil dari Muis selaku pemegang berita acara penitipan barang bukti dari penyidik, Badrun menjawab, “ada sama kita, penyerahan dari penyidik berita acara ada sama kita dari tempat muis. Karena dianggap tidak aman. Sekarang beko itu banyak yang rusak, jadi dititplah ke pematang duku. Kan penangkapan itu di desa pematang duku,” imbuhnya.

Sementara sesuai dengan dokumen yang diterima media ini berita acara penitipan barang bukti kepada Muis dari Tim Gakum BPPHLHK Wilayah Sumatra, Uliman, SH. Sepatutnya Uliman lah yang mengambilnya dengan berita acara pencabutan penitipan barang bukti dari Muis.

Namun Badrun beralasan memiliki berita acara yang sama. “Ada sama kita, berita acara ada sama kita,” ujarnya tanpa menujukan berita acara tersebut.

Kenapa tidak sama Muis berita acara pengambilan barang titipan tersebut diberikan Tim Gakum, menurut Kades Pematang itu bukan Muis, itu penyerahan beliau kepada saya. Kalau dari pak Uliman, bahwa ini pak Muis kami serahkan ke Pemerintahan Pematang Duku untuk dititipkan. Kebetulan kita mau taruh didepan rumah pak Bahar itu, tapi pemilik tanah tidak ngasi. Jadi orang itu (pemilik beko) mau bongkar mau ketok mesin, ada yang pecah ada kabelnya putus, jadi begini ajalah pak bagaimana kalau kami titipkan dipenebal, karena ada kawasan kami untuk pembongkaran ujar kkades itu menuturkan.

Selain itu ketika ditanya tim Media ini tentang apakah tempat pak Muis di Desa Bantan  Sari Barang Bukti tersebut  tidak aman ? menurut Badrun, “Tidak aman pak. Karena ada yang pecah ada kabel yang putus. Kemudian tempat komputer penuh dengan air, jadi intinya dititipkan tapi tidak dijaga. Makanya dari pihak pemilik (beko) yang kemaren diambil, dia memohon kepada penyidik untuk ini diambil agar dititipkan ke Desa pematang duku,” jawab Badrun.

Ketika ditanya siapa yang memohon ke penyidik apakah pak Muis, secara terang-terangan Kepala Desa Pematang duku tersebut mengatakan, “Bukan pak Muis tapi dari Pemilik nya (Beko). Karena kemaren yang minjam kan sebetulnya kita untuk membuat embung, waktu terbakar sampai kostrat satu bulan di tempat saya,” katan Badrun.

Apakah ada kebakaran ditempat dimana beko ditangkap tanya Tim Wartawan,  jawab Badrun, “alhamdullilah selamat, kalaupun ada hanya sekitar satu atau  setengah hektar yang terbakar, karena kita antisipasi. Berdasarkan laporan KPA saya, pak ini ada titik api, nah titik api dari mana tanya saya ke pada KPA saya, dari Kecamatan Bantan tapi pak masih jauh, nah atas dasar itulah saya surati pemilik beko, pak bisa pinjam alatnya untuk buat embung, insyallah bisa tapi dengan syarat minyak bagi dua kita,” urainya berceloteh.  

Namun ketika ditanya saat excavator ditangkap posisinya dimana ? “Saya tidak tahu” ujar Kades tersebut.

Selain itu juga Badrun dalam menjawab pertanyaan Tim Media ini apah ia kenal dengan oprator yang membawa Beko ?  aneh bin ajab selaku pihak yang mengklaim menyewa alat berat menyatakan dirinya tidak kenal dengan oprator yang mengoperasikan Beko yang ia sewa.

Terhadap alasan-alasan yang diberikan oleh Kepala Desa Pematang Duku Kecamatan Bengkalis (Badrun) dibantah oleh Muis sebagai pihak penerima Barang Bukti titipan dari PPNS BPPHLHK Wilayah Sumatra berupa satu unit Alat Berat Jenis Excavator.

Menurut Muis, tidak benar kalau beko yang dititipkan oleh Uliman Tim BPPHLHK kepadanya tidak aman. “Karena sudah tujuh bulan alat berat titipan tersebut pada saya, jika benar kalau barang bukti tersebut tidak aman bersama saya, jelas banyak yang hilang, nyatanya tidak ada satu pun barang yang hilang sudah hampir tujuh bulan,” tegasnya.

Selain itu, jelas Muis lebih lanjut, jika dikatakan oleh Badrun bahwa alat berat tersebut membuat embung untuk kepentingan karhutla, nyatanya pada saat ditangkap Tim Gakum dalam kawasan hutan antara Hutan Desa Pematang Duku-Desa Bantan Sari, nyatanya alat berat tersebut tidak beroprasi dan stanby di Bedeng diketahui masyarakat umum miliknya Hermanto.

Mencermati dari fakta kronologis penanggkapan oleh Tim BPPHLHK Wilayah Sumatra terhadap alat berat jenis Excavator yang diduga merambah ribuan hektar kawasan hutan Desa Pematang Duku-Desa bantan sari hingga berubah fungsi menjadi kebun Kelapa sawit yang disebut-sebut milik Pengusaha berinisial Hrmt dan Hsn,  juga tidak tertutup kemungkinan sumber terjadinya karhutla bulan Maret 2019 lalu di Pulau Bengkalis.

Sepertinya ada upaya untuk menutupi kasus tersebut dengan modus seolah-olah alat berat tanggapan Tim BPPHLHK merupakan sewaan dari Pemerintah Desa Pematang Duku sedang membuat embung untuk mengantisipasi karhutla yang saat itu sedang terjadi.

Bahkan ironisnya  Kepala Desa Pematang Duku terindikasi sanggup pasang badan untuk melindungi para cukong perambah kawasan hutan, sesungguhnya ada apa dibalik itu semua ? Tim BPPHLHK Wilayah Sumatra lah yang mampu menjawabnya.

Sementara sangat disayangkan, sikap Kepala BPPHLHK Wilayah Sumatra Edwod Hutapea (4/0/2019) ketika dikonfirmasi Media ini lewat Whatsapp semula berjanji ingin memberikan informasi perkebangan laporan kemajuan pengusutan kasus penangkapan alat berat di kawasan hutan Desa Pematang Duku-Desa Bantan Sari Pulau Bengkalis Kabupaten Bengkalis tidak memberikan jawaban.

Pada hal mengutip pesan dari Whatsapp Edwod Hutapea sebelumnya kepada Media ini menyangkut dengan kejanggalan dalam penanganan kasus ini edwod mengatakan “Saya sudah tugaskan tim kesana untuk mengecek, mungkin  besok baru berangkat karena masih ada kegiatan lain dijakarta, saya juga masih nunggu informasi dari mereka nanti”.

Kemudian saat  tim media ini coba meminta bantuan  edwod no HP/WA dari salah satu orang anggota Tim BPPHLHK Wilayah Sumatra yang akan diturunkan ke Bengkalis, agar bisa untuk tim media ini berkordinasi, jawaban edwod ketika itu mengutip dari apa yang disampaikanya melalui WA nya ke media ini  “biar aja mereka turun dulu ya, nanti kalau ada progres dikabari”  janjinya.**(SOLIHIN)

Tinggalkan Balasan