ROKAN HULU, SUARAPERSADA.com – Sat Reskrim Polres Rohul meringkus seorang pria, inisial Ma (47) warga Dusun Simpang D, Desa Rambah, kec. Rambah Hilir atas laporan Rosmini (44) istrinya sendiri terkait dugaan Tindak Pidana Pengancaman dan Penyalah-gunaan Senjata Api (Senpi). Informasi dirangkum Media ini, korban yang merasa nyawanya terancam, Jumat(11/5) sekira pukul 23.00 Wib mendatangi Mapolres Rohul melapor secara lisan atas kejadian tersebut.
Kepada Polisi Rosmini menuturkan ianya diancam pakai senpi di dalam kamar rumah mereka di Simpang D malam itu. Merasa ketakutan korban pun melaporkannya ke Polisi.
Petugas piket Sat Reskrim yang menerima laporan pengaduan tersebut langsung berkoordinasi dengan Team Opsnalguna mengamankan pelaku.
Dalam Rilisnya Polres Rohul melalui Paur Humas, Ipda Nanang Pujiono, SH menyebutkan, “Team Opsnal langsung meluncur ke rumah pelapor dibantu KSPK Polres Rohul beserta Anggotanya. Setelah sampai si TKP Polisi memanggil kepala dusun (Kadus) setempat, Laras Setiadi untuk menyaksikan Penangkapan dan penggeledahan rumah terlapor yang dikenal warga sebagai pengusaha walet itu,” jelas Ipda Nanang.
Lanjutnya lagi, setelah digeledah senpi tak ditemukan, interogasi awal bahwa senpi sudah dibuang pelaku ke sungai, kemudian Polisi mencari ke sungai dimaksud, namun hasilnya nihil.
Merasa dipecundangi, polisi tak habis akal dan segera menginterogasi anaknya. Pengakuan anaknya bahwa senpi tersebut masih ada di dalam Rumah. Berdasarkan pengakuan anak tersangka, kemudian Polisi Kembali menggeledah rumah pelaku dan berhasil menemukan 1 (satu) pucuk senjata api rakitan laras pendek serta amunisi 4 butir dan 1 butir selongsong peluru yang diduga ditembakkan pelaku ke loteng rumahnya saat cekcok dengan istrinya.
“Selanjutnya pelaku dan barang bukti di bawa ke Mapolres Rohul guna dilakukan Penyidikan lebih lanjut,” Papar Nanang, Senin (14/5).
Di tempat berbeda, Kades Rambah, Herman Hadi saat dikonfirmasi suarapersada.com, melalui selulernya, Selasa (15/5) membenarkan penangkapan atas warganya tersebut. “Ya betul bang Kadus Adi sudah melapor sama saya, malam itu memang rumah Margono katanya digrebek Polisi, tapi saya tak tahu Kronologis kejadiannya silakan Abang konfirmasi sama Kadusnya aja biar jelas, maaf ya saya lagi Ziarah ni,” jawab Herman Hadi.**(hens)























































I blog often and I genuinely appreciate your information. This great article has really peaked my interest.
I will book mark your site and keep checking for new details about once per week.
I subscribed to your Feed too.