Budayakan Literasi, Buah Karya Tenaga Pendidik Dan Kependidikan SMPN 27 Pekanbaru Sukses Terbitkan Novel dan Kumpulan cerpen

0
1141
Kepala Sekolah SMPN 27 Pekanbaru, Hasrida Nengleli, M Pd

PEKANBARU, SUARAPERSADA. com– Ada hal menarik yang dilakukan SMPN 27 Pekanbaru untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta peserta didik. Sekolah yang berada di Jalan Nelayan tepian sungai Siak Pekanbaru ini telah berhasil menerbitkan buku yang berisi karya Kepala Sekolah serta pendidik dan tenaga kependidikan.

Hingga saat ini, sudah ada dua buku Jenis Novel dan kumpulan cerpen yang sudah diterbitkan, yaitu “Sendu Mengusik Jiwaku Ke Masa Lalu”, buah karya Hasrida Nengleli, yang tak lain sebagai Kepala Sekolah SMPN 27 dan “Tetas Pena Sekar Cantik 27″ yang merupakan kumpulan buah karya Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Kasek SMPN 27 Pekanbaru.

Kasek SMPN 27 Pekanbaru, Hasrida Nengleli, M Pd, Kamis (05/03/2021) di ruang kerjanya menuturkan, sesuai dengan program pemerintah dan Permendikbud nomor : 23 tahun 2015, tentang Gerakan Literasi Sekolah yang dapat memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti. Selanjutnya SMPN 27 Pekanbaru melaksanakan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang diberi nama ” SEKAR CANTIK 27″ . Sekar = Setor karya,
C =Cerpen, A= Artikel, N= Novel, T= teks, I= Inovasi dan K= Komik, urai Hasrida Nengleli yang sering disapa Neng ini.

Dikatakan Nengleli, saat ini selain sudah menerbitkan 4 buku ber ISBN karya perorangan yaitu 1 kumpulan Cerpen ‘ Al’Andin’, 2 buku kumpulan puisi, dan 1 Novel dengan Judul, “Sendu Mengusik Jiwaku ke Masa Lalu” sebanyak 118 halaman, yang sudah ber ISBN yang dicetak oleh PT. Inti Prima Aksara. Selanjutnya buku karya Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan Judul “Tetas Pena Sekar Cantik 27” yang diterbitkan oleh CV. Malik Sembilanbelas. Sedangkan untuk edisi ketiga tengah diproses dan akan segera selesai, paparnya.

Salah satu Judul Cerpen Dalam Buku “Sendu Mengusik Jiwaku Ke Masa Lalu”, buah karya Hasrida Nengleli

Selanjutnya, dalam pengembangan program Literasi SMPN 27, kita juga melibatkan para peserta didik. Mereka kita motivasi untuk membuat puisi dan komik. Karya para peserta didik tersebut saat ini sudah masuk tahap edit, insyaallah dalam waktu dekat selesai dan akan diterbitkan, kata Nengleli.

Ditanya, awal timbulnya ide dalam program GLS yang dikemas dengan nama “Sekar Cantik 27”. Dengan senyum khasnya, Hasrida Nengleli, M Pd menuturkan, dirinya memang proaktif ikut berkarya dan ikut lomba hingga tingkat Asean, ujarnya.

Dalam berkarya ini kami mempunyai komunitas atau kumpulan yang tergabung di “Rumah Seni Asnur”. Nah, di rumah Seni Asnur ini kita dibina bagaimana cara berliterasi, terang Nengleli. Bahkan hingga saat ini sudah menghasilkan 2 buku antologi yang meraih rekor muri yaitu antologi puisi 1000 guru Asean dan menulis pantun nasihat 1000 guru Asean.

Lagi kata Hasrida Nengleli, M Pd, belum lama ini, lewat Rumah Seni Asnur, saya ikut lomba video baca pantun tingkat Asean. Dan Alhamdulillah masuk nominasi 10 besar dari 150 lebih peserta. Dimana pemenangnya ditentukan oleh banyaknya viewer dan like dari penonton youtube. Alhamdulillah, saya mendapat sekitar 2.800 pendukung termasuk like. Pemenang diumumkan lewat Youtube, ucapnya seraya menunjukkan aplikasi youtubenya.

Ditambahkan Hasrida Nengleli, berdasarkan pengalaman inilah, pihaknya termotivasi dalam pembuatan buku pada program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sekar cantik. pungkasnya. (jsR).

Tinggalkan Balasan