BBM Jenis Premium Langka, Disperindag Rokan Hulu Gelar Sidak SPBU

0
442
Foto Bersama Tim Sidak Ke Beberapa SPBU di Rohul

ROHUL,SUARAPERSADA.com – Maraknya para pelangsir atau pedagang eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) dari SPBU di Rokan Hulu khususnya bahan bakar jenis Premium, menyebabkan terjadinya antiran panjang kendaraan saat mengisi BBM.

Berbagai modus dilakukan para pengecer, untuk mengelabui petugas SPBU. Selain menggunakan jeregen ada juga yang menggunakan tangki modifikasi pada kendaraannya. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Selain terjadinya antrian panjang kenderaan saat mengisi Bahan Bakar dan munculnya dugaan, ada kong kalikong antara pemilik SPBU dengan para pelangsir BBM.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa SPBU dengan menurunkan pegawas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohul bersama Personel Polsek setempat, Kamis (16/1)

Dari OPD Disperindag Rohul tampak hadir, Kabid Disperindag Rohul, Ira Puspita SE, Kasi. Pembinaan Usaha Perdagangan Aidil Fitri, Bidang Metrologi Amri SH dan Pengamat Tera Zulkifli, mendatangi beberapa SPBU di Rohul. Diantaranya, SPBU Simpang Kumu Kecamatan Rambah Hilir,kemudian Tim gabungan sidak ke SPBU Kecamatan Rambah Samo 14-285-6118, dan Dua SPBU di Kecamatan Ujung Batu KM 6 Desa Pematang Tebih Timur hingga SPBU nomor 14-284-605.di kecamatan Tandun dan Kecamatan Kabun.

Dalam Sidak tersebut, petugas juga melakukan tera nojel SPBU, namun dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan segel yang putus dan yang rusak. “Semua sesuai dengan standar,” Ujar Kabid Metrologi Disperindag Rohul.

Tim juga melakukan sosialisasi dan meminta agar pemilik SPBU tidak lagi melayani berbagai kegiatan langsiran BBM, khususnya premium atau bensin, Karena itu menyalahi aturan dan diharapkan untuk membberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

Dikatakan Ira Puspita, Sidak dilakukan sebagai upaya pengawasan dan sosialisasi dalam pelayanan, sehingga SPBU tidak lagi melayani pelangsir yang diduga menimbun BBM, Apalagi yang menggunakan jerigen dan kendaraan yang dimodifikasi tangkinya,” tegasnya.”

Saat Sidak berlangsung, salah satu Managemen SPBU, mengeluhkan pengurangan jatah BBM jenis premium sehingga tidak mencukupi untuk keperluan masyarakat.

Sementara Pengawas SPBU Simpang Kumu, Hendra, mengucapkan terimakasih atas Sidak Disperindag Rohul yang masih tetap Komit mengawasi SPBU. Agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meski ada kendala yakni pengurangan pasokan premium dari Pertamina.

Hendra mengaku, BBM jenis Partalite kurang diminati masyarakat, kecuali disaat premium tidak ada. “Partalite tidak terlalu diminati masyarakat, karena pengguna sepeda motor mengeluhkan kendaaran agak susah dihidupkan pada pagi hari,” akunya.

Pantauan media ini, saat Sidak berlangsung, tidak ada ditemukan antrian panjang kendaraan, namun dilahan masyarakat di samping SPBU Okak di jalan lintas Kecamatan Rambah Samo, ada puluhan unit sepeda motor merek Suzuki Thunder yang diduga digunakan untuk melangsir BBM akan tetapi dibantah oleh Guntur pemilik SPBU.***(Ds)

Tinggalkan Balasan