PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Diberitakan sebelumnya, kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan Pelalawan luluh lantak akibat maraknya aktivitas pembalakan liar alias ilegal logging. Hal tersebut terungkap setelah tim aktivis pecinta alam Anak Rimba Indonesia (ARIMBI) melakukan investigasi dengan menelusuri aliran Sungai Kerumutan Kabupaten Pelalawan.
Kepala suku Anak Rimba Indonesia (ARIMBI) Mattheus mengecam kegiatan illog tersebut. Ia juga mengkritik pedas serta mempertanyakan tugas dan tanggung jawab pihak BKSDA Riau dalam menjaga keselamatan SM Kerumutan Pelalawan dan berencana akan membawa keranah hukum.
Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Andri Hansen Siregar yang dikonfirmasi media ini, Jumat (28/10/2022) terkait temuan ARIMBI tersebut, mangaku sudah mengetahui adanya aktivitas Illegal logging di kawasan Satwa Margasatwa Kerumutan tersebut.
“Kita sudah menerima laporan pada tanggal 7 Oktober 2022 lalu dan sudah kita tindaklanjuti,” tulisnya dalam pesan WhatsApp nya.
Padahal, sebelumnya diakhir bulan september, Balai Besar KSDA Riau, telah menangkap 1 orang pelaku illog yang terjaring dalam kegiatan pattoli pengamanan hutan.
Namun, ternyata masih saja ada oknum yg berani melakukan pembalakan liar, akunya.
Selanjutnya, kami masih tetap melakukan penyisiran pada lokasi dimaksud dan telah melakukan pemusnahan kayu-kayu temuan, peralatan dan pondok-pondok illegal, yang ditinggal oleh pelaku pembalakan liar.
Sejak kami menangkap salah satu dari mereka, maka pembalak liar lainnya bergegas meninggalkan lokasi. Jadi kami hanya menemukan peralatan kerja dan pondok illegal dalam keadaan kosong, sebut Andri Hansen seraya mengirimkan beberapa visual berupa foto.(jsR).
























































