PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Suhu udara yang panas, kemarau panjang, asap tebal ditambah lagi pemukiman penduduk yang semakin padat, akan berpotensi rawan kebakaran di kota Pekanbaru. Atas kondisi tersebut Damkar dan Penanggulangan Bencana Pekanbaru, tetap siaga 24 jam di tujuh posko damkar yang tersebar di beberapa wilayah kota Pekanbaru. Demikian disampaikan Kepala Badan (Kaban) Damkar PB kota Pekanbaru, Burhan Gurning kepada Riau Pesisir di ruang kerjanya, Selasa (1/9).
Menutut Burhan Gurning, setiap harinya di tujuh posko Damkar PB telah disiapkan 2 unit mobil Pemadam kebakaran lengkap dengan petugasnya, dengan kondisi siaga. “Petugas kita akan bertindak cepat jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Seperti halnya satu hari lalu, terjadi kebakaran lahan di Kecamatan Tampan dengan dua titik api, kebakaran tersebut dengan kurun waktu singkat bisa dipadamkan,” terang Gurning.
Dijelaskan Gurning, fasilitas peralatan dan personil petugas Damkar PB Pekanbaru saat ini terdiri dari 21 unit armada pemadam kebakaran dengan kapasitas 16.090, 10.000 dan 4.000 liter air dengan jumlah petugas 143 orang. “Kondisi tersebut masih kurang, terutama petugas Damkar PB Pekanbaru, jika dibandingkan dengan luas kota Pekanbaru,” urainya.
Ditanya upaya Dmkar PB Pekanbaru untuk mencegah terjadinya kebakaran. Menurut Burhan Gurning, pihaknya dengan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat kota Pekanbaru, khususnya pemilik lahan. “Baik secara langsung maupun media massa, agar jangan mekakukan pembakaran lahan. Karena aturannya sudah jelas dan ada sanksi hukumnya,” terangnya.
Menurut Gurning, terjadinya kebakaran selama ini, akibat kelalaian masyarakat yang suka membakar sampah atau lahan saat melakukan pembersihan/membuka lahan pertanian. Karena itu kata Gurning, “Mari jangan membakar sampah, sembarangan, peliharalah lahan kosong di sekitar anda agar tidak terbakar,” himbaunya.**(jsn)





















































