MEDAN, SUARAPERSADA.com – Meski belum ada penemuan beras plastik yang beredar di Sumatera Utara, Komisi B DPRD Sumatera Utara menilai perlu dilakukan pemeriksaan di gudang Perum Bulog sendiri sebagai lumbung beras.
Anggota Komisi B DPRD Sumut, Arripay Tambunan mengatakan, sebagai langkah preventif, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog untuk mencegah peredaran beras plastik yang kini meresahkan para konsumen dan pedagang.
“Walaupun belum ada ditemukan beras plastik itu, tapi kita juga perlu melakukan pemeriksaan di Bulog sendiri,” katanya kepada wartawan. Jumat (22/5).
Ia juga mengatakan, apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan penghentian impor beras, pihaknya akan mendukung kebijakan tersebut.
Karena, berdasarkan hasil pertemuan Komisi B dengan Bulog Sumut beberapa waktu lalu, diketahui bahwa jumlah stok beras untuk Sumut mencukupi hingga tiga bulan mendatang. “Jadi gak ada alasan lagi untuk impor,” imbuhnya.
Dikatakan Arripay, jika hal ini dibiarkan terus menerus dikhawatirkan akan membawa dampak serius pada Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
Oleh karena itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) akan berkoordinasi dengan Bulog Sumut untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar yang menjadi gudang penjualan beras.**Win





















































