DUMAI, SUARAPERSADA.com – Aktivitas fogging memakai alat mesin fogging, dilakukan instansi berwenang Dinas Kesehatan Pemko Dumai.
Fogging adalah pengasapan tujuannya membasmi penyebaran wabah virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditimbulkan nyamuk Aedes Aegypti.
Asap yang timbul atau keluar dari ujung nozzle mesin fogging saat dilakukan fogging, adalah merupakan hasil proses pembakaran insektisida malathion dan solar didalam mesin fogging.
Bahwa pengasapan atau fogging yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemko) Dumai ini, dinilai bagian dari tindakan ampuh memberantas penyebaran virus DBD ditimbulkan nyamuk Aedes Aegypti.
Sekitar pukul 10 30 Wib, hari Sabtu 24 Februari 2018, petugas fogging Dinkes Pemko Dumai tampak melakukan aktivitas fogging di sebagian wilayah Rt 17, Kelurahan Rimbasekampung, Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai.
Pengasapan tersebut tampak dilakukan petugas fogging ke dalam beberapa rumah warga, pekarangan rumah maupun pengasapan di dalam parit.
Hanya saja muncul pertanyaan dari warga sekitar dimana pasca fogging dilakukannya oleh petugas fogging Dinkes Pemko Dumai.
“Fogging yang dilakukan ini apakah untuk pencegahan penyakit DBD atau karena sudah ada dulu korban DBD di daerah ini”, ujar sumber ini seakan bertanya seraya enggan namanya ditulis media ini.
Timbulnya pertanyaan warga tersebut, menurut sumber tersebut karena selama ini tampak minim atau jarangnya daerah mereka dilakukan fogging padahal katanya nyamuk cukup banyak didaerah mereka.
Namun hngga berita ini dilansir, awak media ini belum berhasil minta tanggapan dari Kadinkes Pemko Dumai soal aktivitas fogging dimaksut.**(Tambunan)






















































