Beranda Breaking News Aksi Demontrasi Penolakan Undang-Undang Cipta Kerja Di Riau Berakhir Ricuh

Aksi Demontrasi Penolakan Undang-Undang Cipta Kerja Di Riau Berakhir Ricuh

80
0
Kindisi Aksi Demonstrasi Mulai Memanas

PEKANBARU, SUARAPERSADA. com– Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dari beberapa Universitas di Kota Pekanbaru-Riau di Depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Kamis (8/10) berakhir ricuh dan arus lalulintas di jalan protokol kota Pekanbaru lumpuh total

Pantauan www.suarapersada.com di lokasi aksi, massa berdatangan dengan menggunakan almamater dari berberapa perguruan tinggi di Pekanbaru dengan membawa spanduk yang bertulisan menolak undang-undang Omnibus Law yang baru saja disahkan DPR-RI.

Awalnya aksi berlangsung damai, para mahasiswa melakukan orasi dan menuntut DPRD Riau untuk menyuarakan suara masyarakat Riau atas penolakan disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Setelah satu jam lebih massa melakukan orasi namun satu orangpun pihak anggota atau pimpinan DPRD Riau mau menerima mareka, sementara pintu utama gedung DPRD Riau ditutup rapat dan dijaga ketat oleh Polisi.

Ribuan Mahasiswa Gelar Aksi sehing Jalan Protokol Pekanbaru lumpuh

Tiba-tiba lemparan botol mineral datang dari pendemo yang disusul lemparan demi lemparan dari pendemo lainnya berupa batu kearah Polisi yang berjaga di pintu utama, membuat petugas Kepolisian menyemprotkan gas air mata. Massa pun berlarian menyelamatkan diri dari siraman gas air mata. Suara ledakan keras diikuti dengan asap yang mengepul banyak muncul dari beberapa sisi sudut para pendemo.

Massa berhamburan menyelamatkan diri dengan melompati pagar pembatas jalan Jenderal Sudirman. Gas air mata terus disemprotkan petugas kepolisian dengan water Cenon, diiringi tembakan gas air mata ke arah massa. Akibatnya, beberapa pendemo terlihat batuk-batuk dan mengeluarkan air mata dan salah seorang pendemo terlihat terluka akibat terkena besi pagar pembatas jalan.

Salah seorang mahasiswa kembali melakukan orasi, “Tenang kawan-kawan, kita rapatkan barisan untuk menyampaikan aspirasi kita” teriaknya.

Jelang pukul 15.00 Wib, akibat kericuhan tersebut, puluhan mahasiswa tampak pingsan di jalan, begitu juga Polisi dan anggota Satpol PP tampak panik. Mereka berlari menyelamatkan diri. Dan secara berangsur peserta aksi mulai membubarkan diri. (jsR)

Tinggalkan Balasan