MEDAN, SUARAPERSADA.com -Beredarnya kunci jawaban ujian penerimaan Brigadir Polri tahun angkatan 2016, yang diselenggarakan Polda Sumut di gedung Serba Guna Jalan Pancing/Jalan Wiliem Iskandar, dinilai merupakan preseden buruk yang mencoreng institusi Polri.
Hal ini disampaikan Pengamat Hukum Kota Medan, Muslim Muis. Menurut dia, ada aktor intelektual dibalik dugaan jual beli kunci jawaban, yang sepatutnya diusut tuntas oleh Polda Sumut. Selain itu, dirinya menyampaikan kepada pemerintah agar rekrutmen Polri dilakukan oleh tim Independen.
“Ini kan kumulasi dari permasalahan di tubuh polri, jadi seluruh yang terlibat harus ditindak, bahkan aktor intelektual harus diketahui siapa, apa mungkin melibatkan perwira yang lebih tinggi, harus diusut tuntas, dan diberikan sanksi yang tegas, dan pemecatan” ujar Muslim kepada wartawan, Selasa (14/06).
Untuk itu, kata dia, dalam menuntaskan kasus dugaan penjualan kunci jawaban ujian penerimaan tersebut, merupakan tantangan bagi Polda Sumut.
Sementara bagi enam orang anggota Polri yang diamankan atas kasus ini, lanjut Muslim, dapat dijadikan justice collabolator untuk menyibak pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini.
“Jelas ini bahaya laten bagi Polri, rekrutmennya saja sudah curang. Rekrutmen Polri baiknya dilakukan oleh tim independen, yang terlepas dari KKN,” imbuhnya.**Win





















































