PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Selasa (14/6) seratusan massa Buruh Sampah kota Pekanbaru kembali menggelar aksi unjukrasa di Kantor Walikota Pekanbaru. Dalam aksi kali ini, seratusan pasukan kuning ini membawa tiga unit truck berisi sampah dan berbagai tulisan di atas karton yang mengecam Walikota Pekanbaru dan PT. MIG perusahaan tempat mereka bekerja.
Dalam orasinya, buruh sampah meminta Walikota Pekanbaru Firdaus,ST MT untuk menjumpai mereka. “Jika tidak bersedia menjumpai kami, sampah ini akan kami tumpahkan di depan kantor walikota Pekanbaru,” teriaknya.
Aksi sempat memanas dan membuat petugas kepolisian sibuk, karena massa sempat memblokir jalan Jenderal Sudirman dengan melakukan aksi duduk di tengah jalan. Massa yang berseragam kuning ini duduk memenuhi badan jalan. Akibatnya jalan Sudirman didepan kantor Walikota Pekanbaru macet total. Kendaraan tidak bisa melewati jalan ini karena seluruh pendemo duduk ditengah jalan.
Budi salah seorang peserta aksi menyebutkan, “Apa yang kami lakukan hari ini, merupakan bentuk protes kepada Walikota Pekanbaru Firdaus, ST, MT yang jelas-jelas tidak memikirkan nasip buruh sampah, yang tidak lain warganya sendiri. Dan seolah-olah melindungi PT.MIG,” ungkapnya.
Koordinator aksi, Satrio Rachmanzan menuding, “Walikota Pekanbaru Firdaus, gagal memimpin Pekanbaru,” bebernya.
Dia juga mengancam, jika hari ini tidak adanya kepastian, kami akan turun bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pekanbaru, teriaknya.
“Kami memberikan waktu (dead Line) 2 X 24 jam kepada Walikota Pekanbaru untuk melunasi gaji 400 butuh sampah dari bulan April dan Mei 2016. Jika tidak kami akan turun kembali dengan jumlah massa lebih besar,” teriaknya.
Pantauan media ini, sembari menggelar orasi, massa memarkirkan truck sampah di tepi jalan Sudirman depan Kantor Walikota Pekanbaru yang mengakibatkan aroma bau busuk dikawasan tersebut.**(jsn)





















































