PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Sebanyak 939 siswa kesetaraan paket B mengikuti Ujian Nasional (UN) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pekanbaru. Mereka akan mengikuti ujian selama tiga hari, mulai Senin tanggal 9 hingga 11 Mei 2016. Demikian disampaikan Ketua Panitia UN Paket B Kota Pekanbaru, yang juga Kasi.SMP Dikdas Disdik Pekanbaru, Kamala M Pd, Selasa (10/5).
Menurut Kamala, 936 peserta UN Paket B, berasal dari 21 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di Pekabbaru, 5 Pondok Pesantren dan binaan Lembaga permasyarakatan (Lapas) Kota Pekanbaru, terangnya.
Ditambahkan Kamala, lokasi penyelenggaraan UN Paket B berlangsung di beberapa lokasi. Antaralain, Siswa dari PKBM di SMKN 1 Pekanbaru, binaan Lapas, di Aula Lapas Pekanbaru dan yang berasal dari Pondok Pesantren mengikuti UN di masing-masing Ponpes, urai Kamala.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal M Pd menerangkan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) paket B dilaksanakan bersamaan dengan UN SMP atau sekolah formal, begitu juga dengan mata pelajaran yang diujikan. Hanya saja , UN SMP sederajat dilaksanakan pagi hari, sementara UN paket sore hari, terang Jamal.
Lagi kata Abdul Jamal, bagi peserta ujian yang nantinya dinyatakan lulus, akan diberikan ijazah resmi yang diterbitkan Disdik Pekanbaru.
Ditanya, biaya UN paket B. Menurut Abdul Jamal, khusus untik UN, sejauh ini pemerintah masih menggratiskan. Kecuali proses administrasi ketika mereka akan ikut belajar sebelum ujian paket B, terutama peserta dengan jalur mandiri dilakukan berbayar oleh pengelola PKBM, terangnya.
Menurut Abdul Jamal, dibandingkan tahun lalu, jumlah siswa/i yang ikut ujian kesetaraan paket B di Pekanbaru mengalami peningkatan. Peningkatan peserta didik kesetaraan ini bukan suatu indikasi kejelekan dunia pendidikan atau yang putus sekolah. Justru ini terjadi dengan adanya kemudahan masyarakat pendatang termasuk urban ingin mendapatkan ijazah,kata Jamal.
Dengan ujian kesetaraan. Paket B ini, banyak masyarakat yang bekerja di Pekanbaru ingin miliki ijazah, tutupnya.
Pantauan media ini, dari ratusan peserta ujian kesetaraan paket B, terdapat tiga peserta menhidap penyakit Autis yang mendapat pendampingan dari orang tua.**(jsn)





















































