DUMAI,SUARAPERSADA.com – Sejak dibangun tahun 2010 lalu oleh Pemerintah Pusat melalui Departemen Perhubungan, Pelabuhan Penumpang di daerah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai tidak kunjung difungsikan. Struktur bangunan Dermaga yang tergolong bagus itu sudah mengalami kerusakan, bahkan dua unit Ponton di ujung Ramp (Jembatan penghubung) sudah tampak tenggelam.
Pelabuhan penumpang itu sebelumnya direncanakan akan melayani Kapal Ferry tujuan Bengkalis – Pulau Batam menggantikan Pelabuhan penumpang yang ada di pelabuhan Pelindo Dumai dan pelabuhan tersebut akan dikelola oleh Dinas Perhubungan Pemko Dumai.
Struktur bangunan mulai dari Trestel Dermaga, Ramp, struktur penutup atas Dermaga mulai dari bibir pantai hingga atap diatas Ponton sebelumnya sudah tampak rampung dikerjakan oleh kontraktornya PT Tobe Indah. Artinya, pelabuhan penumpang itu seharusnya sejak beberapa tahun yang lalu sudah tinggal mengoperasikan saja. Apa kendala hingga pelabuhan penumpang yang menyerap anggaran APBN Tahun 2010 sebesar Rp 21.918.660.000 itu tidak kunjung dioperasikan.
Disisi lain, saat berlangsungnya pembangunan Dermaga penumpang umum yang dikerjakan oleh PT Tobe Indah itu sempat ramai-ramai disorot media dan sejumlah elemen masyarakat di Kota Dumai karena Konstruksi bangunan Dermaga itu terkesan asal jadi.
Seperti dilansir media sebelumnya, Tiang Pancang atau Tiang Dermaga penumpang itu hanya dibuat dari Pipa Spiral berukuran sekitar 18 inci saja tanpa diisi beton didalamnya. Demikian dibagian luarnya juga tidak dilapisi dengan selimut tiang beton sebagaimana layaknya tiang penyangga Dermaga di berbagai pelabuhan sesuai standar teknik konstruksi selimut tiang beton.
Pipa penyangga saat itu hanya dilapisi (Pile Jacket) sejenis pelastik yang tampak tidak tahan lama membungkus pipa tiang dermaga itu. Buktinya,saat suarapersada.com mengabadikan potret Dermaga itu Jumat (23/1), Pile Jacket yang melapis pipa dimaksud tampak ada yang sudah terkelupas. Karena itu, air laut tampak sudah langsung menyentuh tiang tersebut notabene umur tiang jembatan Dermaga itu diperkirakan akan cepat rusak karena sudah crosive (berkarat).
Berangkat dari konstruksi bangunan yang dikerjakan oleh PT Tobe Indah ketika itu, beberapa elemen masyarakat di Kota Dumai melemparkan kritikan bahkan tudingan ada indikasi penyelewengan Besaran Teknis (Bestek) dalam proyek itu.
Pihak terkait seperti dinas Perhubungan kota Dumai belum berhasil dikonfirmasi terkait pryek mubazir ini. Demikian juga halnya PT. Tobe Indah belum memberikan klarifikasi hingga berita ini dilansir. (Tambunan)



















































