Pasca Turunnya Telegram Kapolri Berantas Perjudian, Gelper di Dumai Masih Tutup

0
325

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Semenjak turunnya telegram Kapolri, Jenderal Pol Badrodin Haiti, Nomor : TR/200/III/2016, tertanggal 24 Maret 2016 lalu, seluruh Gelper di Kota Dumai masih tampak ramai-ramai tutup.

Informasi yang diterima suarapersada.com di Dumai, telegram yang diterbitkan oleh petinggi kepolisian RI itu, isinya meminta seluruh Kapolda dan Kapolres untuk tidak mentoleransi segala bentuk perjudian.

Setidaknya, ada Sembilan tempat Gelanggang Permainan (Gelper) tersebar di bilangan Kota Dumai. Izin yang diperoleh pihak pengelola Gelper dari Pemko Dumai, informasinya hanya izin permainan anak-anak saja.

Kapolres Dumai, AKBP Suwoyo, dalam suatu kesempatan kepada media, pun pernah melontarkan statement, bahwa hasil inspeksi mendadak (sidak) Gelper dilakukan pihaknya (Polres Dumai-red), disebut Kapolres tidak ada ditemukan judi di Gelper itu.

Akan tetapi, berjalan waktu setelah telegram Kapolri turun meminta Kapolda dan Kapolres untuk tidak toleran dengan semua bentuk judi, Gelper di Dumai ternyata ramai-ramai tutup.

Artinya, dengan tutupnya semua tempat Gelper di Dumai, pasca turunnya telegram Kapolri untuk berantas judi di negeri ini, terindikasi kuat kalau permainan di dalam Gelper itu ada unsur judi didalamnya, sehingga pengelola Gelper harus memilih tempat Gelpernya di tutup.

Sudah dua pekan lebih pasca telegram Kapolri itu turun, Gelper di Dumai yang “berkedok” permainan anak-anak itu, hingga hari ini, Minggu (10/4), belum ada yang tampak berani untuk buka.**(Tambunan)

Tinggalkan Balasan