Kasat Reskrim Polres Dumai Bungkam, “Kencing” CPO Illegal tak Tersentuh Hukum

0
337

DUMAI, SUARAPERSADA.comSebagaimana diberitakan suarapersada.com sebelumnya, lokasi penadahan CPO illegal, yang kerap disebut “kencing CPO”, diketahui terdapat beberapa lokasi di km 7 hingga 9, Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan-Kota Dumai-Riau.

Informasi keberadaan lokasi penadahan CPO illegal itu, diperoleh crew wartawan media ini dari warga di Bukit Timah. Atas info tersebut, suarapersada.com mencoba turun kelokasi dimaksud untuk mengamati kebenaran informasi warga dimaksud.

Hasil pengamatan dan temuan crew suarapersada.com di lokasi penadahan CPO illegal yang di informasikan warga, diteruskan suarapersada.com lewat sms singkat ke nomor Kapolsek Dumai Barat, Kompol Sasli Rais SH.

Soal keberadaan lokasi penadahan CPO illegal tersebut, di informasikan crew wartawan media ini sekaligus meminta tanggapan soal keberadaan lokasi dimaksud yang notabene masih berdekatan dengan kantor Polsek itu, namun sayang, Kapolsek Sasli Rais. SH, memilih untuk tidak menanggapinya alis tidak menjawab konfirmasi tersebut.

Sementara itu, crew wartawan media ini kembali turun memantau aktivitas lokasi penadahan CPO illegal itu. Fakta dilapangan, tampak biasa saja dan lancar, bagaikan tidak dapat tersentuh aparat kepolisian di Dumai.

Salah satu lokasi penampungan CPO ilegal di Jalan Lintas Dumai-Bukit Timah di km 7, usaha yang terdapat bersebelahan dengan rumah makan Ampera Sederhana itu, Truk Tanki CPO masih terus tampak ramai keluar masuk lokasi.

Keberadaan lokasi penampungan/penadahan CPO illegal, termasuk di km 7 di depan rumah makan Ampera Sederhana, Bukit Timah, Dumai, yang disebut-sebut milik oknum bermarga Manurung itu, suarapersada.com mencoba mengimformasikannya sekaligus meminta tanggapan Kasat Reskrim Polres Dumai.

Informasi sekaligus konfirmasi sms singkat yang dilayangkan suarapersada.com ke nomor phonsel Kasat Reskrim Polres Dumai, AKP Herfio Zaki. Sik, adalah soal keberadaan lokasi penadahan CPO illegal itu. Namun lagi-lagi sangat disayangkan, Kasat Reskrim tersebut juga memilih tidak menjawab konfirmasi suarapersada.com alias “bungkam”.**(Tambunan)

Tinggalkan Balasan