DUMAI, SUARAPERSADA.com – Bawang merah diduga illegal asal Thailand belakangan ini tampak semakin marak masuk kesejumlah Pasar yang ada di Kota Dumai. Fenomena itu tentunya akan mengakibatkan Bawang lokal yang dipasok dari daerah maupun pulau Jawa tidak dapat bersaing harga. Hal ini tentunya akan merugikan petani di negeri ini. Karena bawang luar itu lebih murah dari bawang lokal.
Bawang luar negeri yang kerap masuk ke Dumai, Riau sudah menjadi rahasia umum dikalangan masyarakat kota Dumai. Gambaran itu menunjukkan para oknum di institusi penegak hukum yang berkompeten di Riau khususnya di kota Dumai sudah “dinina bobokkan alias sudah kulonuwun” oleh oknum pebisnis bawang itu.
Buktinya, ketika kapal yang mengangkut Bawang tersebut datang dari Malaysia, bisa dengan leluasa memasuki pelabuhan rakyat yang ada di pinggiran Kota Dumai dan dibongkar secara terang-terangan. Aktivitas itu berjalan lancar bagaikan kejadian itu tidak “tercium” seorang pun petugas yang berwenang di Dumai.
Tidak dipungkiri, terkadang sesekali ada kapal pengangkut Bawang yang ditangkap petugas. Baik petugas Patroli Satuan Polisi Perairan Polres Dumai, Bea Cukai maupun Angkatan Laut Dumai. Namun faktanya, bawang yang lolos hingga beredar ke sejumlah pasar di Kota Dumai jumlahnya terbilang lebih banyak. Bahkan informasi yang berkembang, bawang luar negeri itu juga dibawa keluar daerah.
Lihat contohnya aktivitas bongkar muat Bawang di pelabuhan Mesjid Purnama, Kecamatan Sungai Sembilan, kota Dumai, Kamis (22/1) sekitar pukul 03.00.wib (dini hari), merupakan contoh nyata para oknum berwenang dan penegak hukum di Dumai “Bungkam” seribu bahasa seakan tidak mengetahui adanya bongkar Bawang illegal di pelabuhan itu.
Menurut sumber suarapersada.com, aktivitas bongkar bawang illegal di pelabuhan sungai mesjid Purnama tidak ada hambatan dari penegak hukum hingga Bawang dimaksud selesai di bongkar dari kapal pagi harinya.
Ketika hal ini di konfirmasi kepihak Satuan Polisi Perairan (Satpol air) Polres Dumai tidak ada jawaban. Konfirmasi tertulis lewat pesan singkat ke nomor Hp Kasat Pol air Polres Dumai AKP Wilson Butar butar oleh wartawan juga tidak berbalas.
Demikian dengan Kadis Perdagangan Pemko Dumai Zulkarnain ketika dimintai tanggapannya terkait maraknya bawang merah diduga illegal menguasai pasar di Kota Dumai juga tidak merespon sms konfirmasi yang dilayangkan wartawan ini ke Hpnya.
Para instansi yang berwenang itu tampaknya seakan kompak diam seribu bahasa tidak bersedia menjawab konfirmasi wartawan seputar fenomena bawang illegal yang “kerap” masuk ke Dumai itu.
Termasuk Bea Cukai Dumai ketika dikonfirmasi terkait masuknya bawang merah di pelabuhan rakyat juga “Bungkam“. Ada apa dengan penegak hukum di Dumai..? Hingga berita ini dilansir, belum ada klarifikasi dari isnstitusi terkait. (Tambunan)




















































