Redam Amarah Mahasiswa, Ayat Cahyadi Temui Demonstran

0
559

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Senin (28/3) ratusan Mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau, menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Walikota Pekanbaru. Dalam aksinya, demonstrans mempertanyakan berbagai kebijakan Pemko Pekanbaru. Antaralain, indikasi merobah ikon Pekanbaru dari kota “Bertuah” menjadi Metropolitan madani, penghapusan bansos untuk mahasiswa, adanya pembiaran terhadap hiburan malam.

Menariknya, mahasiswa hanya ingin bertemu langsung dengan Walikota atau Wakil Walikota untuk klarifikasi. Ketegasan tersebut dibuktikan dengan ditolaknya Asisten III Setko Pekanbaru Azharisman Rozie yang mencoba melakukan negosiasi. Bahkan aksi semakin memanas, sempat terjadi kontak fisik dengan Satpol PP Pekanbaru dan membuat pihak kepolisian turun tangan untuk melerai.

“Kami hanya inginkan penjelasan dari Walikota Pekanbaru atau Wakil Walikota. Kami datang bersama pulang bersama dan jika masuk harus bersama itupun harus jumpa dengan orang yang kami tuju,” teriak salah seorang mahasiswa.

Satelah suasana sedikit tenang, pihak Pemko mempersilahkan puluhan perwakilan mahasiswa memasuki kantor Walikota untuk bertemu dengan Wakil Walikota Ayat Cahyadi.

Usai melakukan pertemuan, Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, didampingi Kaban.Kesbangpol, Kakan.Satpol PP,  langsung menemui mahasiswa yang telah menunggu di pintu  gerbang utara kantor Walikota Pekanbaru.

Ditengah kerumunan mahasiswa, Ayat Cahyadi menjelaskan dan mengklarifikasi berbagai tuntutan mahasiswa. Wawako menampik tudingan bahwa pemko merubah ikon Pekanbaru.”Ikon Pekanbaru adalah kota Bertuah, sementara kota Metropolitan Madani adalah visi kota Pekanbaru,” jelas Ayat.

Selanjutnya, Pemko tetap mengalokasikan dana bansos untuk mahasiswa, hanya saja persyaratannya cukup rumit. Salah satunya, bagi calon penerima bansos harus melampirkan surat keterangan miskin. Itu dilakukan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah. “Jadi tidak benar jika disebut Pemko Pekanbaru  tidak peduli dengan pendidikan,” ujarnya.

Usai mendengarkan penjelasan dari Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi,S Si, mahasiswa merasa puas dan membubarkan diri dengan tertib.**(jsn)

Tinggalkan Balasan