PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Aparatur Pemerintahan dilingkungan Pemko Pekanbaru sepertinya demam mengundurkan diri atau meletakkan jabatan. Pasalnya, setelah sebelumnya dua pejabat setingkat eselon II mengundurkan diri. Kini secara mendadak delapan Kepala Puskesmas di Pekanbaru mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.
Informasi yang dirangkum media ini, delapan kepala puskesmas telah melayangkan surat pengunduran diri kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, melalui Badan Kepegawaian Derah (BKD) kota Pekanbaru. Dengan alasan kesehatan dan ingin fokus menjadi dokter.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Azharisman Rozie yang disambangi wartawan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat pengunduran diri dari sedikitnya Kepala Puskesmas di Pekanbaru.
“Ya, kami dari pihak BKD telah menerima surat pengunduran diri mereka sejak beberapa waktu lalu,” kata Rozie.
Ditanya, sebab musabab pengunduran diri dan sikap dari Pemko Pekanbaru. Menurut Rozie, pihaknya tentu kecewa, tapi kita juga senang karena mereka sportif. Dari pada tetap bekerja tapi setengah-setengah tentu akan memperburuk citra pelayanan publik pemerintah kota Pekanbaru, aku Rozie.
Menurutnya, dalam surat resminya, mereka menjekaskan berbagai hal. Selain persoalan karir dan kesehatan yang kurang baik. “Namun yang paling mengejutkan ada alasan, bahwa hubungan mereka dengan Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru kurang harmonis,” terang Rozie.
Lagi kata Rozie, besar kemungkinan pihaknya akan mengabulkan permohonan mereka. Namun akan dijadikan sebagai bahan evaluasi kepada PTP mendatang, termasuk Kadiskes sekarang, pungkasnya.
Untuk diketahui, Kepala puskesmas yang mengajukan pengunduruan diri antara lain, Kepala Puskesmas Umban Sari, Rejosari, Limapuluh, Sail, Langsat, Puskemas Rawat Inap Sidomulyo , Simpang Baru dan Garuda.
Kepala Dinas Kesehatan, dr.Helda S Munir yang dikonfirmasi melalui pesawat silulernya, terkait pengunduran diri bawahannya tidak membuahkan hasil.**(jsn)





















































