Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau, periode triwulan III 2015 membukukan realisasi penanaman investasi asing dan dalam negeri sebesar yakni Rp12 triliun lebih.
“Investasi sebesar Rp12 triliun itu berasal dari PMDN senilai Rp7,163 triliun dan PMA Rp4,8 triliun,” ujar Kepala Badan Penanam Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Drs Ismaili Fauzi.
Menurut Ismaili, PMDN Riau senilai Rp7,163 triliun itu menempatkan Riau pada ranking 8 dan PMA sebesar Rp4,8 triliun itu tercatat Riau berada pada ranking ke-16 nasional.
Ia mengatakan, dominan penyumbang pencapaian realisasi investasi di Riau tersebut antara lain adalah sektor usaha hilirisasi perkebunan kelapa sawit berupa industri biofuel.
“Pencapaian investasi sebesar Rp12 triliun itu juga berasal dari sektor usaha pengembangan industri pulp and paper, ketenagalistrikan, perhotelan dan lainnya,”katanya.
Sementara itu target pencapaian investasi selama tahun 2015 di Riau yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp18,5 triliun, dan target tersebut optimistis tercapai hingga dua bulan terakhir ini.
“Oleh karena itu, kita meminta seluruh staf BPMPD se-Riau untuk turun lapangan guna meningkatkan pelayanan dalam menjaring Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada 900 sektor usaha,” katanya.
Kegiatan ini, katanya lagi sekaligus memegang peran penting dalam meningkatkan, penilaian oleh Pemerintah Pusat untuk sekaligus menetapkan target pencapaian investasi bagi Provinsi Riau pada tahun berikutnya.
Ia menambahkan, kiat lainnya dalam mendongkrak pencapaian realisasi PMDN dan PMA adalah memberikan kemudahan bagi investor, yakni berupa percepatan pemberian izin investasi jika nasional ditetapkan selesai tiga jam maka untuk Riau hanya 20-30 hari.
Strategis Sebagai Lokomotif Ekonomi
Melirik geliat pertumbuhan investasi tersebut, tidaklah salah jika Provinsi Riau disebut sebagai lokomotif perekonomian untuk wilayah Indonesia bagian barat.
Bukan hanya itu, Provinsi Riau berada di bibir Selat Malaka, yang merupakan lintas pelayaran perdagangan internasional dan poros maritim dunia, berbatasan langsung dengan Malaysia, dan tidak langsung dengan Singapura dan Thailand. Luas Provinsi Riau 107,9 ribu km2, terdiri daratan 86,5 km2 (80,11 persen), laut dan perairan 21,4 km2 (19,89 persen), dan memiliki 12 kabupaten/kota, 151 kecamatan, serta 1.609 desa dan kelurahan.
Secara geografis Riau memiliki outlooking opportunity yang strategis di kawasan Asean dan Asia Pasifik, kerana memiliki karakteristik spesifik, yakni pantai pesisir panjangnya 2.811 km kaya potensi sumber daya perairan. Ada hutan bakau di kawasan estuaria kaya 1.244 species ikan tawar payau dan populer di dunia, di antaranya ikan arwana dan belida. Sepanjang perairan Selat Melaka sampai Selat Karimata, terdapat 87 buah pulau besar kecil, kaya potensi geologi migas (offshore) pasir, timah dan aneka sumber daya laut yang potensial. Kawasan daratan memiliki hutan, pertanian dan tambang geologi (onshore) yang kaya dan potensial, didukung 4 daerah aliran sungai seluas 8,6 juta hektare, 4 sungai besar , 15 sungai kecil yang menjadi urat nadi ekonomi Riau. Ada 4,3 juta hektare lahan gambut dan 3,9 juta hektare kawasan pasang potensial untuk energi terbarukan dan industri terapan.
Namun untuk lebih memaksimalkan daya tarik terhadap investor tentunya masih dibutuhkan terobosan-terobosan yang bisa menggugah minat para pegusaha untuk berinvestasi di Riau.
Hidupkan Iklim Investasi melalui Riau Expo
Untuk menjual potensi Riau, salah satu trik yang sering dilakukan adalah dengan mengadakan kegiatan pameran, eksibisi, atau expo. Bukan hanya sebagai ajang cerremonial semata, Riau Expo merupakan strategi untuk menjual potensi yang ada di Riau dalam rangka mengghidupkan iklim investasi yang pada gilirannya dapat memacu pertumbuhan ekonomi.
“Melalui Riau Expo 2015 ini Pemerintah dapat mempromosikan dan menginformasikan potensi dan peluang investasi produk dan jasa, serta produk dan jasa kreatif unggulan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Riau, Kabupaten/Kota, serta kalangan dunia usaha, termasuk UMKM dan Koperasi kepada kalangan investor potensial dari dalam dan luar negeri,” ujar Plt Gubri.
“Hal ini telah kita buktikan melalui pameran terbesar di Asia China ASEAN Expo 2015 bulan September lalu. Delegasi dari Indonesia yang diwakili oleh Tim Delegasi Provinsi Riau berhasil meraih “The Best Performance”, dengan memperkenalkan potensi-potensi yang ada di Bumi Melayu ini untuk menarik investor luar masuk ke Provinsi Riau.” imbuh Plt Gubernur Riau saat memberikan pidato pembukaan.
Dalam penyampaiannya Plt Gubernur Riau juga mengharapkan dengan event ini Pemerintah dapat mendorong untuk meningkatkan investasi dan juga meningkatan kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud.
Perhelatan akbar yang ditaja oleh Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau ini akan berlangsung selama satu minggu yang dimulai 26 Oktober 2015 hingga 1 November 2015 mendatang, dan buka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.
Banyak stand menarik yang ada di Riau Expo 2015 ini, seluruh kabupaten kota menampilkan dan memamerkan hasil sumber daya dan potensi daerahnya masing-masing.
Dijelaskan Plt Gubri, sampai saat ini, pameran merupakan salah satu bentuk strategi pemasaran yang cukup efektif untuk menjaring banyak konsumen. Pameran ada yang bersifat tematik, artinya hanya untuk satu jenis atau beberapa jenis usaha yang terkait secara langsung. Namun ada pula yang campuran dari berbagai macam jenis usaha.
Bagi Pemprov sendiri pameran juga sangat bermanfaat bagi UMKM sebagai unit bisnis masyarakat menengah. Tentunya bagi usaha UMKM tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengikuti berbagai pameran. UMKM bisa difasilitasi oleh pihak ketiga, sebut saja seperti lembaga perbankan, pemerintah melalui dinas terkait, atau beberapa perusahaan besar melalui program CSR (Corporate Social Resposibility) yang mereka miliki.
“Bagi usaha pemula, pameran merupakan sarana pemasaran yang tepat untuk memperkenalkan produk serta mempromosikannya. Tidak hanya tentang produknya saja, profil usaha juga penting untuk diedukasikan kepada masyarakat, dalam hal ini adalah pengunjung. Citra pengusaha yang baik juga menentukan ketertarikan dan juga loyalitas konsumen pada sebuah produk,” jelas Plt Gubri.**(Adv)






















































