Komitmen Pemprov Riau Ciptakan SDM Handal

0
874

logo Riau The homeland

BERJALANNYA pembangunan pada suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di daerah tersebut. Menyadari hal tersebut, pemerintah provinsi Riau berkomitmen untuk memajukan kualitas pendidikan demi terciptanya SDM yang handal.

Sebagai mana visi jangka menengah pemerintah provinsi Riau 2014-2019 juga terkait Peningkatan Pelayanan Pendidikan. Namun untuk melaksanakan hal tersebut, berbagai cara terus dilakukan untuk terciptanya kualitas SDM yang handal, diantaranya dengan memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi maupun kurang mampu, beasiswa kepada guru dan dosen hingga peningkatan fasilitas dan sarana prasarana pendidikan.

Program rencana pembangunan bagi Pemerintah Provinsi Riau ke depan adalah lebih mengutamakan pembangunan di bidang pendidikan, selain infrastruktur dan kesehatan.

Komitmen tersebut, ditegaskan Plt Gubri H Arsyadjuliandi Rachman saat memimpin upacara di halaman kantor Gubernur dalam peringatan HUT PGRI Selasa (25/11).

“Apa yang kita lakukan sekarang ini, pendidikan adalah yang paling utama. Bagus jalan, karena pendidikan orangnya. Bagus pelayanan kesehatan, karena pendidikan,” ujar Plt Gubri.

Plt Gubri menambahkan, apapun rencana pembangunan yang dilakukan di daerah jika tidak dibarengi dengan pendidikan, hasilnya tidak akan baik. Selain itu, ia juga  meminta seluruh guru di Provinsi Riau agar meningkatkan mutu pendidikan. Sehingga diharapkan, dapat bersaing dengan provinsi lain.

hh“Harapan Pemerintah Provinsi Riau, kita minta tingkatkan mutu guru. Supaya mutu pendidikan kita itu, tidak kalah bersaing dengan daerah lain,” jelas Plt Gubri.

Gubri memaparkan, untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, itu merupakan domainnya Pemprov Riau. Sedangkan guru hanya fokus untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Kita ingin ke depan wilayah terisolir di Riau bisa benar-benar tersentuh oleh guru-guru yang profesional. Inilah yang harus kita perjuangkan,” ujarnya.

“Segala kekurangan-kekurangan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, seperti gedung sekolah, mulai SD, SMP sampai SMA, akan kita tangani secara bagus,” ulasnya lagi, seraya mengatakan bahwa tiap tahun Pemprov Riau menganggarkan alokasi pendidikan sebesar 25 persen, sesuai yang diamanatkan Pemerintah Pusat.

Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan pendidikan  bukan saja menjadi  tanggung jawab negara. Tapi secara moral merupakan tanggung jawab semua. Untuk itu Plt  mengajak semua pihak untuk peduli terhadap pendidikan guna mencerdaskan masyarakat.

Arsyadjuliandi Rachman meminta seluruh guru di Provinsi Riau agar meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Sehingga kedepan dapat bersaing baik itu ditingkat provinsi maupun nasional bahkan internasional.

Plt Gubri juga mengingatkan perlunya suasana pendidikan yang relevan. Semua ini tentu tak lepas  dari sosok Ki Hajar Dewantara yang telah menjadikan sekolah sebagai taman atau tempat yang asik untuk belajar. Sehingga ketika ingin meninggalkan taman tersebut berat hati untuk meninggalkannya.

Memperluas Cakrawala

riaueditor_Komitmen-Meningkatkan-Pelayanan-dan-Pendidikan-yang-BerkualitasSELAIN itu, sambung Plt Gubri yang akrab disapa Andi ini, dengan pendidikan maka akan membuka pintu cakrawala berpikir menjadi lebih luas, pendidikan juga menjadi pelita dalam kehidupan, hingga bangsa ini bisa menjadi bagian dari negara dunia yang mampu bersaing.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, sebagai negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), warga bangsa ini telah dibuat larut dalam doktrin yang dikembangkan oleh para kolonial yakni terfokus pada pengerukan dan pemanfaatan SDA dalam kehidupan.

“Mereka tidak memperdulikan agar bagaimana mamsyarakat Indonesia bias cerdas sehingga memiliki SDM yang handal. Karena itulah saatnya kita bangkit, kita harus memajukan SDM kita, agar kekayaan alam yang kita miliki tidak lagi dikeruk oleh bangsa asing, karena kita tidak memiliki SDM yang mumpuni untuk mengelolanya,” tegasnya.

“Dibalik kekayaan SDA yang dimiliki Indonesia, aset terbesar bangsa ini sesungguhnya terletak pada manusia bangsa Indonesia, tantangan kedepan adalah bagaimana terus mengambangkan kualitas bangsa Indonesia. Kaum kolonial, yang pernah menjajah bangsa ini telah membuat masyarakat Indonesia menjadi jauh terkebelakang, mereka terus mengeruk kekeyaan SDA Indonesia, dan mengabaikan SDM anak bangsa, Tandas Arsyadjuliandi Rachman mengingatkan.

“Karena itulah, sekali lagi, sudah saatnya kita mulai fokus pada pengembangan SDM melalui pendidikan, karena pendidikan itu diibaratkan sebagai tangga berjalan, yang akan membawa kita kearah yang lebih baik,” himbaunya.

Pada kesempatan itu, Arsyadjuliandi Rachman juga mengajak kepada berbagai pihak untuk ikut terlibat memajukan pendidikan, “mari kita beriuran dalam memajukan pendidikan ini, iuran yang paling mudah adalah dengan mendatangi sekolah kita dulu, mendatangi guru yang telah mencerdaskan kita, mari berbagi ilmu dengan anak-anak bangsa,” ajaknya.

Melalui tema Hardiknas tahun ini `Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila`, sudah saatnya masyarakat Indonesia bangkit dalam upaya memajukan bidang pendidikan di negeri ini.

Peningkatan Sarana Pendidikan

Plt Gubri saat meninjau banjir di Meranti Pandak berkesempatan meninjau sekolah dasar dilokasi terkena banjirYang tak kalah pentingnya adalah sarana dan prasarana pendukung pendidikan. Pemerintah provinsi Riau melalui dinas terkait telah merancang Labor Micro Teaching untuk guru, mulai dari SD, SMP dan SMA di masing-masing kabupaten/kota di Riau.

“Ada tiga labor micro teaching, satu di SD, satu SMP dan satu di SMA di setiap daerah,” kata Kadisdik Riau, Dwi Agus Sumarno.

Untuk membangun labor micro teaching ini, seluruh dana akan dianggarkan oleh Disdik Riau melalui APBD Riau 2015. Sedangkan Disdik kabupaten /kota hanya menyiapkan sekolah mana yang akan dijadikan micro teaching.

Dwi menjelaskan, Labor micro teaching ini, untuk memandu guru yang kurang mampu agar dapat mengajar dalam proses belajar mengajar lebih baik. Lewat ini, kita bisa menilai apakah guru sudah berkualitas apa belum dalam mengajar.

Terobosan lain, dengan memberikan bantuan pembangunan gedung sekolah satu atap dari jenjang SD hingga SMA untuk kabupaten/kota. Bantuan itu dianggarkan melalui APBD-P Riau 2014 dengan syarat kabupaten/kota menyediakan lahan 1,5 hektar.

“Program ini kita buat dalam upaya meningkatkan akses pelayanan pendidikan dan mendukung wajib belajar (wajar) 12 tahun di Riau. Bantuan ini diberikan kepada daerah yang siap menyediakan lahan seluas 1,5 hektar, tentunya dengan melihatkan surat sertifikat lahan tersebut kepada kita. Di atas lahan itu, kita akan bangun gedung sekolah dari jenjang SD hingga SMA,” ulas Dwi.

Selain gedung sekolah, lanjut Kadisdik Riau, pihaknya juga akan membangun sarana pendukung lainnya, seperti lapangan bola mini. Tak hanya itu, kata Dwi, pihaknya juga membangun rumah guru di lahan tersebut.

“Idealnya, setiap kecamatan memiliki gedung sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Di Riau sendiri ada 160 kecamatan. Program yang kita lakukan ini, untuk membantu kecamatan yang ada di Riau yang belum memiliki sarana dan prasarana pendidikan tersebut,” ujarya.

Dalam mendukung program ini, papar Dwi, Disdik Riau tak berjalan sendiri, namun pihaknya akan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya. Dalam artian, pihaknya yang membangun gedung sekolah, lalu Dinas Pekerjaan Umum membangun jalan maupun perumahan guru di kawasan tersebut, kemudian pihak PLN yang memberikan arus listrik.

“Harapan kita, dengan adanya program ini, akses pendidikan di Riau dapat lebih baik lagi. Sehingga upaya menerapkan program nasional, yakni pendidikan universal atau wajar 12 tahun dapat berjalan lebih baik,” ujar Dwi.

Tak hanya itu, Pemprov Riau akan melakukan revitalisasi terhadap sekolah-sekolah yang ada, dan akan dibangun lebih bagus lagi, dengan dilengkapi berbagai fasilitas yang pendukung yang lebih lengkap.

“Terima Kasih Guru”

PLT sekda Prov Riau M Yafis Menjadi Inspectur Upacara  HUT PGRI..SEMENTARA itu, untuk terciptanya SDM yang berkualitas tentunya tidak terlepas dari peran penting pendidik, dalam hal ini adalag guru. Hal tersebut disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, M. Yafis bertindak sebagai pembina upacara dalam memperingati Hari Guru Nasional yang bertempat di halaman Kantor Gubernur Riau, Rabu (25/11), Jalan Sudirman Pekanbaru.

Plt Sekdaprov membacakan surat dari menteri pendidikan nasional Republik Indonesia, Mengatakan terima kasih dan apresiasi terhadap guru – guru yang ada di Indonesia yang telah banyak berkarya bagi anak – anak Indonesia.

“Guru mempunyai tanggung jawab besar terhadap kemajuan pendidikan, namun tanggung jawab tersebut janganlah dipandang sebagai beban,” sebut Plt Sekdaprov.

Selain itu, lanjut Yafis, Orang tua memberikan tanggung jawab kepada guru, karena guru adalah orang pertama yang melihat masa depan bagi anak – anak kita. “Pendidikan adalah merupakan tantangan namun menyenangkan,” ujarnya.

“Guru Indonesia adalah guru pembelajaran. Guru sebagai pendidik dan guru sebagai pemimpin terhadap anak – anak.  Kita terus belajar untuk mengembangkan diri. Atas nama Pemerintah memberikan apresiasi kepada guru – guru yang ada di Indonesia,” tutupnya.

Pada moment Hari Guru Nasional (HGN) tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, M. Hafis memberikan penghargaan kepada sembilan murid berprestasi pada tingkat nasional 2015.

Berikut nama – nama yang menerima penghargaan siswa berprestasi tingkat nasional 2015 :

  1. M. Hazel Variansyah, SD 002 Taluk Kuantan, Juara II OSN bidang IPA tingkat nasional 2015.
  2. Pipi Nellameta Kurniadi, SD Dharma Yudha Pekanbaru, juara III OSN, bidan Matematika tingkat Nasional 2015.
  3. Ardha Bodhi Rakkito, SD 08 Bengkalis, juara III Cipta Pantun lomba cipta seni pelajar tingkat nasional 2015.
  4. Grup SMPN Bernas Pelalawan, juara I musik tradisional FLS2N tingkat nasional 2015.
  5. Grup SMPS Ashopa Pekanbaru, juara II teknologi dan rekayasa LPIR tingkat nasional 2015.
  6. Andhia Putri Pratiwi, SMP 02 Mandau, kabupaten Bengkalis, juara III renang O2SN tingkat nasional 2015.
  7. Arya Nugraha SMKN 2 Pekanbaru, juara I debat bahasa Jepang tingkat nasional 2015.
  8. Lailatul Musyaropah SMAN 2 Pangkalan Kerinci Pelalawan, juara I Kriya Putri FLS2N tingkat nasional 2015.
  9. Moch. Taufik Hidayatullah, SMA 1 Pekanbaru, juara III lomba Gerakan Indonesia membaca menulis tingkat nasional 2015.**(Adv)

Tinggalkan Balasan