MEDAN, SUARAPERSADA.com – Jajaran TNI turun tangan membantu percepatan target pemerintah swasembada pangan dalam tiga tahun ini. Untuk Sumut, tiga tahun ke depan, ditargetkan surplus padi 1.642.300 ton.
“Pemprov Sumut dan Kodam I BB sudah siap untuk menjalankan peningkatan produksi padi dan lainnya dalam kaitan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Jokowi,” kata Pangdam I/BB Mayjen TNI Winston Pardamean Simanjuntak bersama Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugoho usai rapat koordinasi di Kantor Gubsu, Rabu (7/1/15).
Rapat dihadiri Asisten Ekbang Sabrina, Kepala Dinas Pertanian M Roem, Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Bonar Sirait, Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air Dinsyah Sitompul, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Zoni Waldi, Kepala Badan Ketahanan Pangan, BPS, unsur Bulog, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera dan lainnya.
Menurut Pangdam, rapat koordinasi itu semakin memantapkan program swasembada pangan itu. Ini rapat kedua. Sebelumnya, pada 18 Desember tahun lalu, rapat dengan Wagubsu T Erry Nuradi.
“Ini rapat lanjutan dalam rangka kesiapan saya memaparkan kepada Bapak Kasad dengan menteri terkait tentang kesiapan swasembada pangan yang ada di Sumatera,” kata Pangdam.
Menurut dia yang didampingi Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, rapat tersebut mematangkan tentang kesiapan irigasi yang diperlukan, subsidi bibit, pupuk dan sebagainya. “Kita lengkapi data-datanya, sehingga saat di Jakarta, Bapak Menteri dan Bapak Kasad memahami apa saja bantuan yang diperlukan. Kita tidak tahu apakah 100 persen dukungan dari menteri, kita lihat hasilnya,” sebutnya.
Dia menegaskan, keterlibatan TNI di sini dari berbagai aspek. Mulai dari irigasi, bibit, penanamannya hingga distribusi pupuk. “Kita akan peloloti semuanya,” tegas Pangdam.
Sebenarnya, sebut Pangdam, dengan sistem irigasi saat ini saja, Sumut sudah surplus. Namun, dengan pemerintah pusat mengharapkan mencoba swasembada pangan secara total.
“Saya yakin target swasembada tercapai. Dengan irigasi sekarang saja sudah surplus. Apalagi kalau irigasi diperbaiki dan didukung pupuk. Kita harapkan kebutuhan pupuk terpenuhi,” ucapnya.
Program swasembada pangan bukan hal yang sulit untuk dipenuhi di Sumut karena sebelumnya juga sudah swasembada.Namun yang terpenting pemerintah harus mampu menjaga harga komoditas pangan agar merangsang petani bertanam.
Secara teknis, ditambahkannya, pembangunan dan perbaikan irigasi untuk kepentingan program swasembada pangan hingga tiga tahun ke depan untuk luasan lahan 180 ribuan hektare hingga 200 ribuan hektare.
Sementara lahan irigasi yang sudah disetujui oleh Kementan diperbaiki di tahun 2015 seluas 18.450 hektare antara lain di Kabupaten Deliserdang 1.200 hektare,Serdang Bedagai 2.300 hektare, Simalungun 2.000 hektare dan ada di Asahan, Batubara, Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara.
Keikutsertaan jajaran TNI membantu rakyat dan pemerintah itu sendiri, merupakan bagian dari tugas pokok TNI. Program ini sendiri, lanjutnya, akan dimulai direalisasikan. Pada 12-16 Januari untuk tingkat Kodam dan 26-30 Januari tingkat Kodim. Pelatihan meliputi peningkatan produksi pertanian, perikanan dan peternakan
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengiyakan, dengan kondisi irigasi yang belum memadai saat ini saja, Sumut sudah swasembada beras. “Kalau ada penambahan irigasi, lahan baru dan produktivitas yang dinaikkan dan lain-lainnya tentunya tambahan produksi beras tidak perlu diragukan,” katanya.
Menurut Gubernur, pada tahun 2014, produksi pada di Sumut sudah 3.604.602 ton dan pada 2015 naik menjadi 4.155.590 ton. Adapun pada 2016 dan 2017, produksi menjadi 4.711.056 ton dan 5.161.603 ton.
Menurut Gubsu, peningkatan produksi padi di Sumut bisa dilakukan di semua daerah penghasil. Untuk peningkatan produksi bukan saja memerlukan penambahan luas areal tetapi juga produktivitas dan itu sudah dilakukan Pemprov Sumut. (edi)



















































Thanks so much for the post.Really thank you! Great.buy viagra in sydney