DUMAI, SUARAPERSADA.com – Jalan Soekarno Hatta start dari titik station estimasi 22+220 depan komplek sekolah Bukit Jin hingga titik estimasi 26+900 simpang bundaran menuju Jalan Putri Tujuh Kota Dumai sedang proses pengerjaan Overlay major dan minor.
Sebagaimana sebelumnya diberitakan media ini, bahwa sejak 27 Mei 2022, Jalan Soekarno Hatta Dumai mendapat pengerjaan preservasi dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga dengan kontraktor pelaksana kerja PT Bangun Mitra Abadi (BMA).
Preservasi ini merupakan kegiatan pengerjaan atau penanganan jalan berupa perawatan dan perbaikan yang diperlukan untuk mempertahankan kapasitas dan kondisi jalan yang bagus dan konstruksi yang kuat agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu-lintas.
Jenis pengerjaan preservasi jalan Soekarno-Hatta Dumai dimulai dari Patching Aspal (tambal sulam) permukaan jalan perkerasan yang terdapat rusak dan berlubang kemudian saat ini berlanjut dengan pengerjaan Overlay penuh pada kiri kanan jalan Soekarno-Hatta Dumai panjangnya sekitar 5 km.
Overlay penuh yang dilakukan oleh pelaksana kontraktor PT BMA ini yakni melapis kembali perkerasan tambahan yang di pasang di atas hamparan konstruksi perkerasan jalan yang lebih dahulu sudah selesai di patching aspal.
Konsultant pengawas pengerjaan Overlay dari PT Global Profex Synergy, Maruli Silaen, ditemui Crew suarapersada.com, Jumat (21/10/2022) sore saat mengawasi di lokasi aktivitas Overlay Jalan Soekarno Hatta membenarkan bahwa Overlay jalan Soekarno-Hatta dimulai dari titik station estimasi 22+220 sampai dengan titik estimasi 26+900 atau dimulai dari depan komplek sekolah di Bukit Jin hingga bundaran ujung Jalan Putri Tujuh, Kota Dumai.
Pengerjaan Overlay Jalan Soekarno-Hatta yang dimulai dari titik estimasi 22+220 sampai dengan 26+900 lanjut Maruli, terdapat dua item pekerjaan atau bentuk spot-spot yakni rehab major dan rehap minor.
Apa yang disampaikan Maruli Silaen Konsultan Pengawas PT Global Profex Synergy soal jenis pekerjaan preservasi tersebut dibenarkan Koordinator lapangan PPK 1.2 pengerjaan Overlay Jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Riau, Safbikis Toha.
“Benar ada dua item pekerjaan, rehab mayor dan rehab minor”, imbuh Safbikis Toha.
Menurut Safbikis Toha, rehab mayor pada ruas Jalan Soekarno-Hatta Overlaynya terdapat 2 (dua) lapis sedang rehab minor Overlay satu lapis saja. Overlay major, aspal panas AC BC 6 cm dan AC WC 4 cm (lapisan paling atas).
Dilakukannya Overlay dua lapis sebahagian Jalan Soekarno-Hatta jelas Safbikis karena pertimbangan bahwa angkutan truk menuju Kota Dumai rata-rata berbeban lebih berat karenanya Overlay pun menjadi dua lapis.
Ditanya soal panjang dan lebar Jalan Soekarno-Hatta yang kembali di Overlay setelah selesai pengerjaan awal Patching Aspal diakui Safbikis Toha, panjang Jalan Soekarno-Hatta yang di Overlay yakni sepanjang 4400 meter dengan lebar 4 meter satu ruas sehingga luas menjadi 8 meter karena Jalan Soekarno-Hatta yang di Overlay terdapat dua jalur.
Sebagaimana diketahui, titik lokasi pengerjaan preservasi oleh PT Bangun Mitra Abadi dalam satu paket kontrak dimulai batas ruas jalan Duri-Dumai menuju Soekarno Hatta Kota Dumai termasuk jalan Perwira, jalan Putri Tujuh, jalan Datuk Laksamana demikian dengan Simpang Batang-Duri, kata pengawas lapangan PT BMA, Maulana, sebelumya.
Menurut Maulana, proyek preservasi ini menelan dana APBN sekitar Rp 130 Miliar. ** (Tambunan)
























































