Polda Riau Akhirnya Berhasil Tangkap 4 Orang Pelaku Penganiayaan Wartawan

0
96

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Empat orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap Wartawan Miftahul Syamsir akhirnya berhasil dibekuk personel Ditreskrimum Polda Riau.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, bahwa Miftahul Syamsir (33) salah seorang Wartawan di Pekanbaru Riau, getol mengkritik kebijakan pemerintahan kota (Pemkot) Pekanbaru kemudian mengalami perlakukan penganiayaan dari empat tersangka hingga Miftahul Syamsir babak belur dikeroyok yang mengaku simpatisan Pj Wali Kota Pekanbaru, Muflihun.

Namun usai korban membuat laporan polisi atas kejadian tersebut, Pelaku Penganiayaan terhadap Miftahul sudah ditangkap oleh personel Ditreskrimum Polda Riau.

Para pelaku ialah DEF alias Efi Taher 48 tahun, HAR alias Anto Gledor 39 tahun, DED alias David 44 tahun, dan WIS alias Siwis 41 tahun.

“Telah kami tahan empat pelaku penganiayaan terhadap Miftahul Syamsir pada 17 Oktober 2022,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarko Selasa (18/10/2022).

Sunarto menjelaskan soal penganiayaan terhadap korban terjadi pada 7 Oktober 2022 malam di Jalan Rajawali, Kota Pekanbaru.

“Awalnya korban dan pelaku bertemu di kedai kopi di Jalan Rajawali Pekanbaru sekitar pukul 20.00 WIB,” lanjut Sunarto.

Pada pertemuan itu korban dan para pelaku membahas terkait komentar Miftahul yang menyinggung dan mengkritik terkait kebijakan Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun.

“Mereka membahas pernyataan korban tentang kebijakan Pemkot Pekanbaru terkait sosial masyarakat,” ungkap Sunarto.

Saat pertemuan itu suasana memanas karena pelaku menilai pernyataan Miftahul adalah pembunuhan karakter.

Ketika pembahasan usai, Miftahul langsung diserang oleh empat orang berbadan besar itu secara membabi buta.

Salah seorang pelaku bahkan memukul korban menggunakan batu bata. Akibatnya, Miftahul mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

“Cedera yang dialaminya juga mengakibatkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian untuk sementara waktu,” beber Sunarto.

Saat ditanya motif Pengeroyokan itu, mantan Kabid Humas Polda Sultra tersebut mengatakan pelaku hanya tidak terima dengan pernyataan korban.

“Mereka ini mengaku simpatisan Pj Wali Kota. Jadi, tidak terima dengan pernyataan korban,” ucap Kombes Sunarto.***

Tinggalkan Balasan