KAMPAR, SUARAPERSADA. com- Mendengar informasi adaya peristiwa bentrok berdarah di desa Tarantang Kecamatan Tambang kabupaten Kampar, Ahad (19/6), Pj Bupati Kampar H Kamsol langsung mendatangi lokasi kejadian bentrok.
Kamsol berharap, aksi anarkis yang terjadi terhadap masyarakat yang menyebabkan banyak korban luka, bahkan anak-anak meminta kepada pihak Kepolisian menangkap para pelaku dan aktor utamanya. “Saya mengutuk keras para pelaku, yang menyebabkan banyak korban,” tegas Kamsol.
Kamsol kembali meminta pihak Kepolisian, agar para pelaku dan Aktor utama yang bertindak tanpa ber-prikemanusiaan itu di tangkap dan dihukum.tegasnya.
“Saya sudah memerintahkan Dinas Kesehatan Kampar untuk memberikan perawatan terhadap warga yang menjadi korban.
Dan segala biaya perobatan warga akan ditanggung pemerintah Kabupaten Kampar,”terang Kamsol.
Lagi kata PJ Bupati Kampar ini, terkait masalah koperasi yang diduga sumber masalah, sudah pernah kita rapatkan dengan forkopimda, namun sekarang ini masih ada gugatan hukum yang sedang berproses.” terangnya.
Ia manambahkan, Pemerintah akan mengawal proses hukum terkait legalitas KUD Iyo Basamo itu. Namun kita harapkan para tokoh adat ninik mamak Kenegerian Tarantang dapat menyelesaikan terlebih dahulu. Jika tidak tuntas barulah pemerintah akan turun tangan, pungkasnya,
Informasi yang dirangkum media ini, Ahad sore sejumlah warga yang mengalami luka telah dilarikan ke rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk perawatan. Dan pihak Kepolisian Kampar telah bergerak cepat yang dipimpin langsung Kapolres Kampar, AKBP Rido Purba SIK, MH dan telah menangkap beberapa pelaku.
Bentrokan di lokasi tu sempat terekam video warga dan viral di media sosial. Dalam video yang berdurasi 40 detik itu tampak seorang wanita tengah menggendong anak kecil tampak mengeluarkan darah.(Hamdani/jsR).























































