PEKANBARU, SUARAPERSADA. com–Berbagai cara dilakukan pihak sekolah agar Buku Lembaran Kerja Siswa (LKS) tetap dimiliki peserta didik. Dengan trik agar terhindar dari jeratan hukum tetapi abaikan hati nurani. Pihak sekolah diduga bekerjasama dengan penerbit menitipkan buku LKS di toko buku atau foto copy. Sehingga orang tua membeli dari toko buku. Trik inipun “Diduga berjalan mulus”.
Dugaan tersebut bukan tanpa alasan, berasal pengakuan orang tua siswa di SMAN 4 Pekanbaru yang enggan disebut jati dirinya menuturkan, secara umum pihak sekolah tidak memaksa anak-anak untuk membeli buku LKS tersebut.
Tetapi setiap ada tugas Pekerjaan Rumah (PR) ataupun disekolah, guru selalu membuat materi soal dari LKS. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak membeli buku tersebut, tuturnya lugu.
Ditanya harga LKS. buku yang akan dibeli sebanyak 11 buah dengan harga Rp 25.000/buah. Sekalipun kondisi ekonomi yang sulit, dari pada anak saya tak bisa mengikuti pelajaran, yah terpaksa beli. Kami harus beli 11 mata pelajaran di toko buku Iklas.yang terletak di bilangan jalan Adi Sucipto Pekanbaru dengan harga Rp 25 ribu/buku, sebutnya.
Lagi kata orang Tua siswa ini, strategi pihak sekolah dalam hal jual beli LKS ini memang kelas kakap. Karena sekolah tidak terlibat langsung. Tetapi memanfaatkan pihak lain. Sehingga pengawasan Didik Riau patut dipertanyakan, pungkasnya.
Sementara Kepala SMAN 4 Pekanbaru Yan Khoriana, S.Pd, M.Pd yang akrap disapa Yeyen yang
beralamat di Jalan Adi Sucipto Pekanbaru saat dikonfirmasi, Selasa (2/11/2021) dengan pesan singkat melalui aplikasi WhatsAap nya, dengan nomor 0813 6592 xxxx namun tidak memberi tanggapan, sekalipun tampak telah terbaca.
Menariknya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram yang diminta tanggapannya terkait jual beli LKS dimaksud. Dengan singkat menjawab “Tidak ada sekolah yang mewajibkan LKS bagi siswa, “.jawabnya singkat.
Untuk diketahui, Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan Pendidikan, secara jelas melarang pendidik dan tenaga kependidikan baik perseorangan maupun kolektif menjual buku pelajaran, bahan ajar dan seragam. (jsR)
























































