PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Walikota Pekanbaru, Firdaus, ST. MT menyaksikan penandatanganan MOU antara Universitas Prndidikan Bandung (UPI) dalam bidang penelitian Pegembangan Desa Wisata Kreatif Berbasis Agro yang dilakukan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof.Dr.Sunaryo Kartasasmita dengan Menterian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Marwan Jafar, Rabu (15/4) lalu.
Acara Penandataganan MOU yang sekaligus wisuda angkatan pertama UPI yang berjumlah 2.133 orang, Walikita Pekanbaru didampingi Wakil ketua SigitYuwono.ST, Rustam Panjaiatan, Sondia Warman, Aidil Amri, Asisten II bidang Perekonomian Ir.Dedi Gusriadi dan Kabag Perekonomian kota Pekanbaru.
Ketua pusat Pengakajian dan Pengembangan Kewirausahaan Kreatif (P3K2) UPI Dr.Lely Yulifar,M.Pd, dalam sambutannya mengatakan, Penelitian yang dilakukan oleh pihak UPI untuk membuat link yang permanen anatara Perguruan Tinggi (Akademis), masyarakat/komunitas dan Pemerintah terkait, urainya.
Pengembangan Agro Base Creative Tourism Center atau desa Wisata Kreatif Berbasis Agro Desa Wisata Kreatif berbasis Agro akan menggabungkan ide, inovasi pengetahuan dari dunia Akademik dan kemampuan financial Pemerintah untuk meningkatkan dan mempercepat pengembangan Desa/Kelurahan, dimana melalui program ini, produk akan cepat terserap pesat dan untuk inovasi produk yang akan dipasarkan dengan harapan memperoleh ekonomi yang tinggi di masyarakat di Pekanbaru.
Lagi kata Lely, terpilihnya Pekanbaru dalam kerjasana ini, dikarenakan Kota Pekanbaru lebih siap menjadi percontohan Desa Wisata Kreatif Berbasis Agro dibandingkan daerah Kabupaten/Kota yang lain di Indonesia, akunya.
Pihak UPI sebagai peneliti sepakat untuk melakukan kerjasama dan akan menjalankan amanah Pemerintah Pusat untuk dilaksanakan dengan serius. Ini pekerjaan besar bagi UPI guna mengembangkan Desa Wisata Kreatif Berbasis Agro yang ada di Pekanbaru.
Komitmen yang sangat tinggi dilakukan oleh Walikota Pekanbaru Firdaus, ST.MT sebagai Pimpinan di Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Kota Pekanbaru, seperti sumber daya alam dan sumber daya manusia, peternakan, pertanaian, perikanan dan pariwisata yang ada dinPekanbaru. Seperti Kelurahan Pesisir, Kelurahan Rumbai Bukit, Kelurahan Palas dan Kelurahan Limbungan, ujarnya.
Disela- sela acara, Walikota Firdaus menjelaskan kepada Dirjend pembangunan desa tertinggal tentang potensi yang asa di Pekanbaru, seperti wilayah dikelurahan Limbungan dimana di kawasan tersebut ada ikon Wisata air yang bernama Bandar Kayangan dan lahan pertanian seperti peternakan dan perikanan.
Menurut Firdaus, semua daerah tersebut perlu dikembangkan. Untuk itu Walikota bergerak cepat dengan mengandeng UPI untuk mengembangkan daerah yang dicanangkan ini, agar niat kita untuk menjadikan Kota Metro Politan yang Madani tercapai.
Program ini akan menjadi lapangan pekerjaan dan tambahan pengahasilan yang lebih baik bagi petani dan nelayan dan peternak untuk meningkatkan taraf hidup pada masyarakat setempat. Ujar Walikota.**js





















































