PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Hasil rapat koordinasi seluruh Bupati/Walikota se-Riau dan Instansi terkait, Kamis (28/5) menyepakati bahwa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19 di enam wilayah di Riau tidak memperpanjang lagi dan bersiap memasuki fase normal baru dalam penanggulangan wabah COVID-19. Demikian disampaikan Gubernur Riau, Syamsuar di Posko Gugus Tugas COVID-19 Riau.
Dijelaskan Gubri, sebelumnya, enam daerah di Riau menerapkan PSBB untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 selama 14 hari dan berakhir pada Kamis 28 Mei 2020 (hari ini-red) Adapun daerah tersebut antara lain Kota Pekanbaru merupakan Tahap III, Dumai, Kabupaten Siak, Kampar, Pelalawan dan Bengkalis, urainya.
Pertimbangan tidak diperpanjang PSBB, setelah melihat adanya penurunan angka penularan COVID-19, selama tiga hari terakhir hingga 27 Mei, sudah nihil penambahan jumlah kasus positif COVID-19. Sedangkan pasien yang sembuh berjumlah 77 orang dari 111 kasus terkonfirmasi positif, paparnya.
Menurut Syamsuar, hal ini terjadi karena dukungan dan disiplin dari semua pemerintah daerah di Riau yang telah melaksanakan PSBB. Dan kerjasama Gugus Tugas Pusat, Gugus Tugas Provinsi, Gugus Tugas Kabupaten/Kota dan masyarakat Riau yang mendukung kebijakan pemerintah. Alhamdulillah saat ini angka penularan COVID-19 di Riau menurun baik dari transmisi lokal maupun penularan dari luar (imported case),terang Gubri.
Dia berharap kondisi ini harus dipertahankan dan kalau bisa terus ditekan lagi meski tanpa ada PSBB. Kalau jumlah ini bisa diturunkan lagi tentunya akan lebih bagus dan akan menuju arah fase normal baru, ujarnya.
Syamsuar mengaku telah meminta kepada masing-masing pemerintah Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan diri menuju fase New normal. Salah satunya persiapan untuk membuka lagi sekolah dengan mengikuti perotokol kesehatan COVID-19. Adapun hal penting yang harus dipenuhi adalah, menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun, kedisiplinan memakai masker, mengatur jarak dan mengatur jam masuk sekolah, terangnya.
Namun demikian, khusus untuk membuka lagi sekolah, kita masih menunggu petunjuk dari Kementerian Pendidikan (Kemendik). Begitu juga dengan pelaksanaan kegiatan di tempat ibadah, yang saat ini masih menunggu petunjuk dari Kementerian Agama.
Lagi menurut Syamsuar, dengan penerapan fase New Normal, kita akan memulai kegiatan-kegiatan seperti biasa secara berangsur-angsur dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, tutupnya (jsR)

























































Like!! Thank you for publishing this awesome article.
Thank you ever so for you article post.
I like the valuable information you provide in your articles.
I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.
Thanks so much for the blog post.