PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar acara “Ngobrol Pintar” (Ngopi) dengan tema Perlindungan Ekosistem Gambut dan Pengendalian Karhutla, Senin (8/4) di Kaliandra Room Graha Pena Riau Pos, Jalan HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru.
“Ngopi PWI Riau ini kegiatan perdana kita. Dan untuk kegiatan ini, kita bekerjasama dengan Kemen LHK RI,” sebut H Zulmansyah Sekedang, Ketua PWI Riau.
Zulmansyah mengatakan kedepan Ngobrol Pintar, merencanakan PWI akan menjadikan agenda tetap, sehingga anggota PWi dekat dengan nara sumber dari berbagai instansi, sebab kadang kala Wartawan sangat sulit mencari terlebih-lebih untuk menemui Narasumber, terangnya.
Pada kesempatan tersebut Sekjen KLHK Dr Ir Bambang Hendroyono MM, dalam paparanya mengatakan dalam satu dekade terakhir, kebakaran hutan dan lahan gambut secara masif tak
dapat dihindari hingga menyebabkan polusi udara dan kerusakan lahan dengan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan yang sangat besar.
Bahkan pada tahun 2015, kebakaran hutan dan lahan gambut dengan Iuasan 2,6 juta hektar, yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp. 220 triliun.
“Berdasarkan hal tersebut, pemerintah di bawah kepemipinan Presiden Joko Widodo mendeklarasikan untuk tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia,” ujar Bambang.
Lanjutnya, pemerintah memprioritaskan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu pencegahan sekaligus pemulihan ekosistem gambut yang rusak serta tindakan hukum yang tegas terhadap individu maupun koorporasi yang bertanggung jawab menyebabkan kebakaran, melalui sanksi administratif maupun pidana.
Mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.129/ MENLHK/SETJEN/PKL.0/2/2017 tentang Penetapan Peta Kesatuan Hidrologis Gambut Nasional, Indonesia memiliki ekosistem gambut berjumlah 865 Kesatuan Hidrologis Gambut dengan total Iuasan 24.667.804 hektar yang tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.**(bgNaga)
























































