“Kosong Melompong”, Perpustakaan Desa Teluk Pulai Hingga Kini Belum Difungsikan

0
821
Datuk Penghulu Desa Teluk Pulai, Mustafa Husin

ROHIL, SUARAPERSADA.com – Perpustakaan di Desa Teluk Pulai, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau hingga kini tak kunjung difungsikan. Pasalnya, perpustakaan tersebut belum memiliki rak maupun buku bacaan alias “kosong melompong”.

Padahal sebelumnya pada tahun anggaran 2015 yang lalu kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Rokan Hilir sudah melakukan sosialisasi undang-undang (UU) nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan.

“Sampai saat ini belum difungsikan, kondisi perpustakaan masih dalam keadaan kosong, yang kita butuhkan adalah rak buku dan buku bacaan,” kata Kepala Desa Teluk Pulai, Mustafa Husin kepada media ini, Selasa 12 Maret 2019.

Disinggung mengenai strategi apa yang akan dilakukan, Mustafa mengatakan jika perpustakaan sudah difungsikan nantinya akan dilakukan sosialisasi kepada pihak-pihak sekolah dan bekerja sama dengan kepala sekolah.

Sebab menurutnya buku merupakan sumber berbagai informasi yang dapat membuka wawasan kita tentang berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya.

“Selain itu, dengan membaca, dapat membantu mengubah masa depan, serta dapat menambah kecerdasan akal dan pikiran kita,” kata pria muda bersahaja itu dengan senyum khasnya.

Tanpa kita sadari, katanya, manfaat membaca buku dapat memberikan banyak inspirasi bagi kita. Namun sayang, kegiatan membaca buku akhir-akhir ini telah banyak ditinggalkan dengan alasan kesibukan, maupun karena adanya media lainnya yang lebih praktis seperti media internet.

Secara rinci Mustafa menambahkan, dengan jumlah 1.650 kepala keluarga (KK) masyarakat Desa Kepenghuluan Teluk Pulai, 90 persen diantaranya adalah anak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. 

Pihaknya juga berencana melalui anggaran dana desa (ADD) 2019 digunakan untuk membeli buku dan rak buku serta membangun sarana olahraga, seperti lapangan dan taman bacaan.

Katanya nantinya perpustakaan itu akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti wifi, tujuannya agar  perpustakaan ramai dikunjungi, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum lainnya.

“Jadi nanti setelah kegiatan berjalan, ada dua kegiatan akan kita jalankan, diantaranya yaitu membangun sarana olahraga dan taman bacaan, dan kami juga melihat perkembangan di tengah masyarakat kami,” kata Mustafa, lagi menjelaskan.**(man)

Tinggalkan Balasan