Replanting Kebun Petani Plasma di Siak Gunakan Bibit Sawit Topaz

0
638

SIAK, SUARAPERSADA.com-Peremajaan atau “replanting” kebun sawit petani plasma dengan pola Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) bekerjasama dengan Asian Agri di Sei Buatan, Siak bakal menggunakan bibit sawit Topaz.

“Periode replanting merupakan suatu kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, untuk menggantikan tanaman yang produktivitasnya rendah dengan benih baru yang memiliki potensi produktivitas yang tinggi,” kata Pengarapen Gurusinga, Head Plasma Asian Agri pada acara Eksibisi Bibit Topaz, kemarin (10/3).

Menurut Gurusinga, saat ini kebun-kebun inti Asian Agri sudah menggunakan bibit unggul Topaz, dan hasilnya sangat memuaskan. Jika tanaman petani plasma di generasi ke-1 pada usia tanam tahun pertama hasilnya hanya di kisaran 8 hingga 9 ton per hektare (ha).

“Bibit Topaz itu sudah teruji dan terbukti. Dengan menggunakan bibit Topaz di tahun pertama hasilnya bisa mencapai 13 sampai 20 ton per ha. Hal ini sudah terbukti di kebun-kebun inti Asian Agri. ,” jelasnya.

Gurusinga menabahkan, petani plasma generasi ke-1 dan saat ini sudah saatnya melakukan replanting dengan motto; hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini.

“Salah satu upaya kita untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan mengunakan bibit unggul kelapa sawit Topaz,” ucapnya.

Pameran Bibit Unggul Topaz itu sendiir digelar di Gedung Pertemuan Sp.1, Desa Delima Jaya Kec. Kerinci Kanan, Kab. Siak. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Asian Agri untuk memperkenalkan Bibit Topaz kepada para petani plasma binaan yang akan melakukan peremajaan kebun sawit.

Pada kesempatan ini para petani juga dapat berinteraksi langsung dengan Team OPRS (Oil Palm Research Station) Asian Agri, untuk menanyakan segala informasi terkait bibit Topaz, baik dari keunggulan, teknik tanam, cara perawatan dan lainnya.

Head OPRS, Ang Boon Beng menambahkan, Topaz merupakan bibit sawit unggul hasil produksi dari OPRS A sian Agri, yang berlokasi di Desa Petapahan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Riau. Bibit Topaz juga sudah mendapatkan izin dari Kementerian Pertanian RI Nomor 57-60/KPTS/SR.120/I/2004.

“Bibit Topaz ini memiliki beberapa keunggulan seperti, masa panen yang lebih cepat yaitu 30 bulan sejak ditanam, produksinya tinggi, rendemen minyak yang tinggi, pertumbuhan meninggi yang lebih lambat serta mampu beradaptasi dengan tanah organik,” terangnya.

Ang Boon Beng mengatakan, di tahun pertama bibit Topaz ini berpotensi untuk menghasilkan produksi sekitar 15-18 ton/ha/tahun. Bahkan Benih Topaz seri 3 punya potensi produksi sampai dengan 40 ton/ ha per tahunnya.***

Tinggalkan Balasan