SMPN 7 Kekurangan Ruang Belajar

0
828

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com– Selain kekurangan Ruang belajar, SMP Negeri 7 Pekanbaru juga belum memiliki Mushola. Sehingga proses belajar mengajar harus dilaksanakan  pagi dan sore. Sementara untuk sholat dan kegiatan lainnya terpaksa menggunakan ruang belajar. Demikian disampaikan  Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Pekanbaru, Dra.Hj.Rima Pepitra Kamis (26/2).

Diuraikan Rima, jika disesuaikan dengan jumlah siswa saat ini, SMPN 7  harus memiliki 22 ruang belajar. sementara yang ada saat ini hanya 15 ruangan.  “Akibatnya, proses belajar mengajar terpaksa dilaksanakan pagi dan sore hari,” urainya

Parahnya lagi kata Rima, pembangunan  Musholla yang terbengkalai akibat kekurangan dana. Sehingga saat melaksanakan sholat atau kegiatan religius lainnya, “kami terpaksa menggunakan dua  ruang belajar yang sengaja di multifungsikan. Satu ruang untuk musholla dan satu lagi untuk ruang serba guna. Sehingga ruang belajar yang efektif untuk ruang belajar hanya 13 ruangan,” paparnya.

Dijelaskan Rima, kondisi ini  telah  berulang kali dilaporkan ke Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan (Disdik) kota Pekanbaru. “Bahkan ke SKPD terlait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karyadan Dinas lainnya. Tapi hingga saat ini belum ada realisasinya,” ungkap Rima.

Dia berharap, agar Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru bisa merealisasikan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) behitu juga dengan pembangunan  Musholla demi  menunjang  suksesnya proses pembelajaran anak. “Hal tersebut tentunya sesuai dengan standard pendidikan,” harap Rima.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Prof. Zulfadil,SE.MBA melalui Kasi Sarana Prasarana SMP Disdik Pekanbaru, Yuliantinar, ST yang dikonfirnasi terkait kondisi SMP Negeri 7 ini mengatakan,  bahwa dalam tahun 2015 belum ada pembangunan RKB untuk SMPN 7.

Diakuinya, pihaknya sudah mengetahui kondisi sekolah tersebut dan memang sangat membutuhkan penambahan RKB. Begitu juga dengan kondisi bangunan Musholla yang terbengkalai.

“Kita sudah coba usulkan tapi tampaknya belum bisa terealisasi,” ujar Yuli.

Lagi kata Yuli, kita memahami kebutuhan sekolah tersebut dan akan terus di upayakan, mudah-mudahan tahun berikutnya terealisasi, katanya. Terkait pembanguan Musholla, akan kita usulkan di APBD murni tahun 2016,  karena pelaksanan pekerjaan musholla memakan waktu lama, sehingga tidak memungkinkan di laksanakan pada APBD Perubahan, imbuhnya.(js)

Tinggalkan Balasan