World Coconut Day sebagai Ajang Promosi Potensi dan Budaya Riau

0
1262
Gubri minum air kelapa pada acara Hari Kelapa Internasional

Perayaan Hari Kelapa Dunia (World Coconut Day) merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tanggal 2 September oleh negara-negara penghasil Kelapa di dunia, termasuk Indonesia. Tanggal tersebut merupakan hari berdirinya Asian and Pacific Coconut Comunity (APCC), Lembaga Pemerintah Negara Penghasil kelapa didunia yang saat ini beranggotakan 18 negara.

Kali ini, Sabtu (9/9/2017), kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau menjadi pusat perayaan hari kelapa Dunia tahun 2017 dengan penyelenggaraan event akbar bertajuk “Festival Kelapa Internasional“. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan Festival Seni Bumi Sri Gemilang Tahun 2017.

Bertempat di Lapangan Gajah Mada, kota Tembilahan acara ini dihadiri oleh Menteri pertanian yang diwakili Dirjend Perkebunan dan Holtikulutra, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Ketua DPRD Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir HM Wardan, Ketua Badan Restorasi Gambut RI Nasir Foead, Dirjen Perkebunan Ir Bambang, Direktur Eksekutif Asian Pacific Coconut Comunity (APCC) Dr. Uron N. Salum, Gubernur Nangroe Aceh Darusalam (NAD), Gubernur Bengkulu, Bupati Banyuasin SA Supriono, Bupati Gorontalo, serta Asisten Direktur Asian Pacific Coconut Comunity (APCC)  dan beberapa perwakilan negara negara sahabat penghasil kelapa.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandy Rachman memberikan sambutan pada pembukaan Hari Kelapa Internasional di Indragiri Hilir

Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutanya mengatakan, sekitar 80% penduduk Kabupaten Indragiri Hilir menggantungkan penghidupannya dari Kelapa, dengan luas Kebun Kelapa Dalam 392.752 Ha dan Kelapa Hibrida 71.519 Ha sehingga total luasan kebun kelapa 464.271 Ha, sekitar 12,78% dari Luasan perkebunan kelapa nasional. Namun saat ini sebagian kebun kelapa tengah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya perkebunan kelapa yang sudah tidak produktif.

“Masih banyaknya kelapa berusia tua, sekitar 60% di atas usia 40 tahun atau sudah tidak produktif, dikarenakan replanting berjalan tersendat dan lamban, bahkan banyak perkebunan beralih fungsi. Selain itu tantangan pemerintah adalah mengembangkan industri pengolahan secara terpadu,” kata Gubri.

Gubri berharap, semua pihak yang terkait atau Stakeholder, dalam hal ini Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Menteri Koordinator Perekonomian dan lembaga Keuangan Nasional agar terlibat dalam industri kebun kelapa rakyat dan perbaikan tata niaga.

Menurut Gubri hal ini harus dilakukan guna meningkatkan pendapatan petani, serta memberikan harga yang baik bagi petani kelapa dan juga memberi pendampingan petani kelapa untuk meningkatkan produksinya, serta mendorong replanting (peremajaan) secara nasional, dan meningkatkan volume ekspor buah kelapa rakyat.

“Festival Kelapa Internasional 2017 yang dihelat saat ini merupakan suatu anugerah dan kebanggaan bagi Kabupaten Indragiri Hilir yang ditunjuk sebagai tuan rumah untuk memperkenalkan sentra budi daya Perkebunan Kelapa yang tersebar di seluruh Kabupaten Indragiri Hilir,” kata Gubri.

Kelapa telah dikenal masyarakat sebagai tanaman multifungsi, mengingat hampir seluruh bagian tanamannya, dari daun hingga akar dapat dimanfaatkan, sehingga kelapa memberi banyak manfaat sebagai sumber penghidupan. Tidak heran jika di berbagai daerah, tanaman kelapa sering disebut sebagai pohon kehidupan, serta tanaman serba bermanfaat.

Gubernur juga berharap, ke depan pemerintah dapat meningkatkan kenaikan pada harga buah kelapa perbutirnya, karena Pesisir ini yang tepat untuk pertumbuhan kelapa. Gubernur telah berpesan kepada perusahaaan dan Pabrik produksi kelapa, agar memperhatikan masyarakat dengan mempertimbangkan harga.

Sementara itu pada malam harinya, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan sangat mengapresiasi event internasional yang dirangkaikan dengan pagelaran seni melayu serumpun yang diisi dengan beragam pertunjukan kesenian yang berasal dari berbagai wilayah, seperti Malaysia, Thailand, Nangroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan dan sanggar seni lokal Kabupaten Inhil, Sanggar Seni Citra Sebati.

Bupati Wardan, atas Pemerintah Kabupaten Inhil sangat mengapresiasi kegiatan gelar seni melayu serumpun yang menghadirkan, tidak hanya sanggar seni domestik, melainkan juga sanggar seni yang berasal dari negara – negara regional.

“Malam hari ini tentunya amat berbeda dengan tahun sebelumnya, ditengah kita langsung hadir pimpinan kita, Gubernur kita, Bapak Arsyadjuliandi Rachman,” ujar Bupati Wardan mengawali sambutannya.

“Pagelaran kesenian kali ini, memiliki makna cukup penting, bertukar info tentang pembinaan dan pengembangan antar wilayah juga antar negara,” kata Bupati.

Hal yang tidak kalah penting pada gelaran seni serumpun, diungkapkan Bupati Wardan, ialah upaya meningkatkan pemahaman dan menumbuh-kembangkan apresiasi terhadap seni di kalangan masyarakat sebagai sebuah filter masuknya budaya asing.

“Proses akulturasi budaya asing tidak dapat dipungkiri telah menyentuh sebagian masyarakat kita. Melalui kesenian, hal itu dapat difilter guna menunjukkan jati diri bangsa melalui pertunjukkan seni yang edukatif,” jelas Bupati.

Gubri menerima rekor Gubri menerima rekor muri minum air kelapa pada perayaan Hari Kelapa Internasional

Disamping itu, Bupati mengatakan, seni dan budaya merupakan aset yang keberadaannya perlu dijaga dan dikembangkan untuk menciptakan masyarakat yang memiliki dan tetap mempertahankan jati diri bangsa.

“Lebih lagi, jika kesenian yangbditampilkan bernilai islami, mempertontonkan penampilan yang bermoral dan beretika. Maka, karakter, jati diri yang terbentuk pada setiap individu yang menikmatinya akan pula menjadi islami,” tandas Bupati Wardan.

Seusai sambutan yang diberikan, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan bersama Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dab Ketua Dewan Kesenian Inhil, Syamsurizal Awi berkesempatan untuk menyerahkan cinderamata kepada seluruh sanggar seni yang berpartisipasi dalam gelar seni serumpun malam itu.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam arahan yang disampaikan begitu memandang penting pagelaran seni serumpun yang dilaksanakan oleh sanggar seni lintas negara regional tersebut. Dia mengatakan, pagelaran seni serumpun ini adalah merupakan upaya melestarikan dan menumbuh-kembangkan seni dan pariwisata berbasis budaya yang sampai sejauh ini menjadi skala prioritas program Pemerintah Provinsi Riau serta Kabupaten Inhil.

Disamping itu, ihwal pelaksanaan gelar seni serumpun dalam rangka Festival Kelapa Internasional tahun 2017 Kabupaten Inhil Gubernur Riau menyatakan keyakinannya, bahwa masyarakat Kabupaten Inhil menyambut perhelatan akbar negara – negara penghasil kelapa tersebut dengan penuh suka cita.

Dia juga mengatakan, penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional merupakan momen strategis bagi para petani kelapa untuk mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat. Sebab, Inhil memiliki 70 persen petani kelapa dari jumlah keseluruhan masyarakat Kabupaten Inhil yang memberikan kontribusi sebesar 25 persen dari total produksi kelapa Indonesia.

“Seperti komitmen yang disampaikan oleh pihak Pemerintah Pusat. Pasca penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional ini, Inhil akan mendapat perhatian dari mereka, khususnya dalam hal rehabilitasi 100 ribu hektare perkebunan kelapa rakyat yang saat ini mengalami gangguan,” pungkas Gubernur.**(Adv/hmsriau)

Tinggalkan Balasan