Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pekanbaru, berkomitmen untuk menanamkan kesadaran dan kearifan berpolitik bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Hal ini dilakukan untuk menciptakan karakter masyarakat yang memiliki pandangan Politik Santun dan Beretika.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kota Pekanbaru, Agus Pramono, melalui Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kota Pekanbaru Hj.Lili Suryani, S.Sos, M.Si yang diwawancara eksklusif oleh media ini di ruang kerjanya menjelaskan, sebagaimana cita-cita Pemko Pekanbaru dan masyarakat, untuk mewujudkan Pekanbaru Smart City yang Madani.

“Kondisi politik yang aman dan sejuk merupakan salah satu bagian dari program tersebut. Maka Kesbangpol merupakan OPD dilingkungan Pemko Pekanbaru, sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) yang bertangung jawab untuk menciptakan kondisi politik yang sejuk,” terangnya.
Dijelaskan Lili Suryani, jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (kesbangpol) Kota Pekanbaru telah melakukan sosialisasi politik praktis bagi perangkat organisasi kemasyarakatan. Antara lain Partai Politik peserta Pemilu, LSM, Paguyuban dan berbagai Furum-forum kemasyarakatan yang ada di Pekanbaru, urainya.
Lili Suryani menguraikan, kegiatan penyuluhan atau sosialisasi politik tersebut, hingga Agustus 2017, telah dilakukan dua kali, dimana setiap kegiatan melibatkan peserta seratus orang. Dengan demikian peserta penyuluhan sudah berjumlah 200 orang, Disetiap kegiatan pihaknya mendatangkan narasumber dari Akademisi dan komisioner KPU. Dalam setiap penyuluhan masing perserta diberikan buku panduan terkait materi penyuluhan, serta diberikan konsumsi dan uang transport, terang Lili.
“Penyuluhan atau sosialisasi politik praktis ini penting bagi masyarakat, untuk memberikan pemahaman hak dan kewajibannya dalam pilkada 2018, salah satu hak politiknya,” sebutnya.
Lebih jauh dijelaskan Lili, dalam setiap kegiatan, selain memberikan materi tentang politik, juga dilakukan tanya jawab dengan peserta dan evaluasi terhadap pengalaman-pengalaman pada Pilkada sebelumnya. Misalnya yang dibahas dengan pihak KPU, tentang daftar pemilih, kendala kertas suara, daftar pemilih yang ganda. Serta warga yang sudah meninggal tetapi masih terdaftar sebagai pemilih. Begitu juga kritik dari peserta, khususnya peserta dari partai politik, atas masih kurang waktu untuk sosialisasi tentang undang-undang pemilu, ujarnya.
Ia berharap dengan sosialisasi ini, Pilkada kedepan agar berjalan dengan baik tidak ada intrik-intrik yang membahayakan serta mengancam persatuan. “Selain itu, politik praktis diharapkan juga akan menambah kesadaran berpolitik bagi tiap warga, sehingga bisa menaikkan tingkat partisipasi dan menekan pemilih golongan putih (golput),” kata Lili.

Diakuinya, rentan waktu untuk Pilkada 2018 masih lama, tetapi jika sedini mungkin diberikan sosialisasi politik praktis, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya pada hari pelaksanaan Pilkada natinya.
Mantan Camat Senapelan ini menghimbau masyarakat untuk sadar dan faham dengan pilihannya, sehingga pemimpin yang dipilih adalah aspirasi rakyat yang membawa misi visi pembangunan bagi kesejahteraan rakyat.
Lagi kata Lili Suryani, sosialisasi politik ditujukan untuk menanamkan pendidikan politik. Hal itu agar partai politik, kandidat, pemilih dan kelompok masyarakat ikut berpartisipasi, mengetahui tahapan serta aturan dalam pemilihan umum. Bentuk partisipasi masyarakat melalui keterlibatan dalam penyelenggaraan pemilihan. Pengawasan pada setiap tahap pemilihan. Serta sosialisasi pemilihan.
“Tujuan pendidikan politik adalah membangun pengetahuan politik, menumbuhkan kesadaran dan partisipasi politik,” jelasnya.
Ditanya, tentang situasi politik di kota Pekanbaru, jelang Pilgub 2018 mendatang. Menurut Lili, saat ini memasuki tahab sosialisasi oleh para kandidat yang bakal maju pada pemilihan Kepada Daerah prov Riau. Karena sesuai undang-undang, secara umum siapapun dipersilahkan untuk mensosialisasikan diri. Baik melalaui media cetak, elektronik. Apalgi bagi bacalon Incumbent bisa memanfaatkan jabatannya untuk mengenalkan diri kepada masyarakat, urainya.
Yang pasti kata Lili, situasi politik kota Pekanbaru hingga saat ini masih dalam keadaan kondusif aman dan terkendali. Dia berharap, Kesbangpol Kota Pekanbaru selaku institusi yang bertugas dalam hal tersebut, kondisi yang aman dan sejuk saat ini, bisa berkelanjutan hingga Pilkada 2018 mendatang. Untuk itu diharapkan kepada mereka yang telah mengikuti penyuluhan atau sosialisasi bisa meng-implementasikan dilingkungan masing-masing, tutupnya. **(ADV,Kesbangpol/Kominfo)





















































