PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Pejabat Walikota Pekanbaru Edwar Sanger mengaku prihatin dan kecewa begitu mengetahui anak buahnya yang bekerja di OPD Dinas Pekerjaan Umum (PU)yang tering Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polda Riau, Senin (10/4) kemarin.
Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Edwar Sanger yang dikonfirmasi awak media, Selasa (11/4) mengaku kaget. Ternyata masih ada pungli di lingkungan Pemko Pekanbaru.
Menurutnya, pihaknya sudah berulang kali meminta dan berpesan agar pegawai dilingkungan Pemko Pekanbaru bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku dan jangan terlibat pungli. “Saya prihatin atas kejadian ini,” akunya.
“Sekarang persoalannya sedang ditangani pihak kepolisian. Kita tunggu hasil pemeriksaannya. Semoga peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi yang lainnya,” kata Edwar Sanger.
Sementara itu di tempat terpisah, Ketua DPRD Riau Septina Primawati merasa kecewa atas kejadian tersebut. “Pemerintah Provinsi Riau telah mengingatkan kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota lainnya, termasuk Pemerintah Kota Pekanbaru untuk tidak ada pungli”, tegasnya.
Atas kejadian tersebut, dia meminta kepada masyarakat, agar mengedepankan azas praduga tak bersalah pada yang bersangkutan. Mari kita tunggu proses hukum yang sedang berjalan oleh pihak berwajib. “Saya berharap hal seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, dalam OTT tersebut Tim Saber Pungli menangkap empat orang honorer berinisial RN, MT, MH, dan SAK. Selain keempat honorer tersebut, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas PU Pekanbaru Zulkifli dan Pj Kabid Jasa Konstruksi Tuswan.**(jsn)






















































