KOTA KREATIF MODAL UTAMA MENDONGKRAK PEREKONOMIAN MASYARAKAT

0
777

BAGANSIAPIAPI, SUARAPERSADA.comDALAM upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemkab Rohil galakkan pengembangan potensi Wisata. Rohil yang mempunyai beberapa potensi alam wisata untuk menarik  wisatawan luar   berkunjung ke Rokan Hilir.

Uapaya mengembangkan Potensi Wisata tersebut, Bupati H Suyatno, belum lama ini  menjelaskan,  Rokan Hilir yang memiliki kekayaan alam Laut dan Darat, langkah penyesuaian secara harmonis, agar memiliki daya saing  dalam menghadapi masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Menggalakkan Kota kreatif, upaya mengembangkan objek Wiasta, merupakan  solusi terbaik bagi Pemkab Rohil dalam menyikapi persoalan Ekonomi tentang difisitrnya Anggaran yang dialami oleh Pemerintah  saat sekarang.

Acara puncak ritual bakar tongkang mampu menyedot ribuan Wisatwan Domestik dan manca Negara
Acara puncak ritual bakar tongkang mampu
menyedot ribuan Wisatwan Domestik dan manca Negara

Menurut Bupati Rohil H.Suyatno memang untuk merealisasikan Kota Kreatif tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh kerja keras dengan dukungan oleh masyarakat, merealisasiakan Kota Kreatif diperlukan Infrastruktur  dengan pembangunan Jalan serta terminal.

Pembangunan jalan yang menghubungkan kota atau wilayah yang memiliki modal budaya  sehingg mampu untuk menarik perhatian Wisatawan  melirik Rokan Hilir  sebagai sasaran untuk dikunjungi sebagai objek Wisata. Kota Kreatif harus mempunyai kekayaan budaya dan Religi, Seperti  Bagansiapiapi misalnya  yang memiliki Religi dengan acara Ritual Bakar Tongkang oleh masyarakat Etnis  Tionghua yang menetap di Bagansiapiapi.

Ritual Bakar Tongkang  yang mampu menyedot ribuan wisatawan Domestik dan Manca Negara, Acara Ritual yang diselenggarakan setiap Tahun tepatnya pada bulan Juni, kenalkan Negeri Seribu Kubah Rokan Hilir  pada Indonesia dan Dunia.

Karena memiliki Potensi Wisata yang begitu besar, Pemakab Rohil yang jeli mengambil langkah mempoles acara Ritual Bakar Tongkang semula diselenggarakan dengan sederhana, menjadi sebuah ajang wisata yang berskala Nasional dan Internasional. Dengan menghadirkan pejabat baik dari Pusat maupun Propinsi.

Gubernur Riau, Kapolda, Danrem 03 WirabimaDan Lanal Dumai dan Bupati Rohil ikut meramaikan ajang Wisata Ritual Bakar Tongkang
Gubernur Riau, Kapolda, Danrem 03 WirabimaDan Lanal Dumai dan Bupati Rohil ikut meramaikan ajang Wisata Ritual Bakar Tongkang

Kota kreatif bertujuan membangun ekonomi kerakyatan dalam mendukung pariwisata perkotaan (urban tourism). Pariwisata jenis ini berkonsep menjual suatu tempat dengan cara memberikan citra tertentu untuk menarik bisnis dan wisatawan.

Meski demikian, menciptakan kota kreatif perlu kita sadari menyelesaikan dahulu permasalahan utamanya, mengenai ada atau tidaknya ketersediaan SDM yang kreatif pula. Untuk itu, pemerintah harus memulainya dengan mengasah SDM yang kreatif pula dengan memberikan berbagai macam pelatihan. Sehingga, kota kreatif tidak asing bagi mereka yang hidup di kota itu sendiri,” ungkap Bupati

Pemkab Rohil fokus mengembangkan obyek pariwisita dengan terus dimatangkan. membangun kota krteatif sehingga dapat berkembang menjadi obyek wisata sebagai destinasi agar rakyat merasakan dampaknya.

“Tak dapat dipungkiri, dengan biaya murah dan instan, pariwisata sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tak hanya pemerintah, penduduk setempat yang tinggal di sekitar obyek wisata pun diuntungkan. Untuk itu, menghidupkan potensi obyek wisata harus dilakukan bersama-sama,” tambah Suyatno

Rohil yang kaya akan sumber daya alamnya dapat dijadikan sebagai daerah tujuan wisata. Karena, Rohil punya wisata budaya Tionghoa berupa Bakar Tongkang yang telah mendunia.

Kita punya berbagai kesenian budaya dari berbagai keragaman suku, kita punya obyek wisata Pulau Jemur dan sembilan gugusan pula lainnya, kita punya Danau Janda Gatal, Pulau Tilan, Danau Laut Napangga, Kampung Melayu Rantau Bais, berbagai situs cagar budaya di Bagansiapiapi. Semua perlu pengembangan serius agar mampu menjadi penunjang ekonomi rakyat,” papar Suyatno.

Salah satu objek wisata di Rohil
Salah satu objek wisata di Rohil

Namun demikian, masyarakat setempat harus ikut berperan besar dalam membantu pelestarian nilai-nilai kebudayaan supaya obyek wisata kita semakin tersohor.

“Pemerintah tidak dapat menyiapkan uang setiap saat kepada rakyat, tetapi pariwisata mampu melakukan itu. Untuk itu, masyarakat berperan dalam memperkenalkan dan membawa nama baik daerah wisata kita kepada publik. Karena, promosi wisata melalui publikasi media juga perlu dukungan masyarakat,” tegas Suyatno.**(Advertorial)

Tinggalkan Balasan