PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Dalam tahun 2017 mendatang ,sekitar 15 orang guru ASN akan memasuki masa pensiun. Kondisi tersebut secara otomatis menyebabkan kota Pekanbaru kekurangan guru. Demikian disampaikan kepala Dinas Pendidikan kota Pekanbaru H. Abdul Jamal M Pd diruang kerjanya, Rabu (12/10).
Dijelaskan Abdul Jamal, problem kekurangan guru Aparatur Sipil Nagara (ASN) ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Dan setiap tahunnya selalu diusulkan ke Pemerintah pusat agar dilakukan penerimaan CPNS, khususnya untuk guru. Tetapi tidak kunjung dikabulkan, ditambah lagi dengan Peraturan Menteri Pendaya gunaan Aparatur Negara dan Repormasi Birokrasi (Menpan-RB) RI tentang larangan pengangkatan guru GTT dan Guru Komite Sekolah menjadi CPNS, jelasnya.
Lagi kata Kadisdik, untuk menutupi kekurangan guru tersebut, maka Pemerintah kota Pekanbaru melakukan rekrutment guru Komite Sekolah dan Guru Tidak Tetap (GTT).
Ditambahkan Abdul Jamal, perkembangan penduduk di kota Pekanbaru cukup pesat dan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan wajib dilakukan. Dan setiap tahunnya Pemko Pekanbaru melaksanakan pembangunan gedung sekolah. Dengan dibangunnya gedung sekolah baru, maka secara otomatis membutuhkan guru. Sementar penerimaan guru CPNS tidak ada. Maka tidak boleh tidak, kita tetap menerima guru Komite sekolah, tuturnya.
Ditanya jumlah kekurangan guru saat ini. Menurut Abdil Jamal, berdasarkan pemetaan awal tahun 2016, sekitar 500 guru ditambah lagi dengan guru yang akan pensiun pada tahun 2017 mendatang sekitar 150 guru. Dari jumlah tersebut lebih banyak untuk guru tingkat SD dan SMP, terangnya.**(jsn)





















































