PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Terlihat semburat ‘kegalauan’ (risau-red) diwajah beberapa pejabat Eselon II pemprov Riau, semenjak Komite Aparatur Sipil Negara (KSNA ) menyatakan Pengisian pejabat Struktur Organaisai Tata Kerja (SOTK) baru harus mengikuti seleksi.
Hal tersebut terungkap saat bincang-bincang dengan beberapa wartawan, bahkan tanpa sungkan beberapa pejabat tersebut ‘ngaku tidak yakin lagi akan mampu mejalani tes.
Sikap pesimis tersebut disebabkan kemampuan berfikir yang sudah terkendala usia. Sehingga membuat mereka “Mengalah sebelum perang”.
“Kalau ngikuti bisa lah, tapi untuk lulus kayaknya sudah tipis, disegi usia saja sudah jauh dibandingkan pemula yang daya fikirnya masih segar dan ok,” ujar salah seorang pejabat yang enggan namanya dipublikasikan dengan nada sedikit berseloro.
Namun demikian, beberapa pejabat eselon II ternyata mendukung proses tersebut. Menurut mereka, seleksi itu bisa menunjukkan kempampuan seseorang pada bidangnya sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.
Seperti halnya, Kepala Biro Humas sekdaprov Riau Yoserizal dan Kepala Disnak dan Pertanian Riau Zailani, mengatakan siap untuk menjalani Seleksi pengisian pejabat SOTK baru kedepannya.
“Kenapa tidak, seleksi itu kan sesuai dengan keahlian kita,” ujar Yosesrizal.
Sejurus dengan hal tersebut, Kadisnak dan Pertanian Zailani, mengatakan, proses seleksi itu sangat bagus, karena, akan menghasilkan pejabat yang lebih profesional. “Jadi nanti, pejabat yang akan memangku jabatan itu adalah pejabat yang betul-betul ahli dalam bidangnya,” sebutnya.
Hal senada juga disampaikan, Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldi Jusman, yang sangat mendukung proses seleksi. Sehingga, Pemrov Riau bisa mendapatkan pejabat yang beridealisme tinggi terutama bagi kawula muda.
“Kita sangat setuju dengan proses itu, kita bisa cari pejabat yang muda dan idelismenya tinggi dan mentalnya berorientasi kepada pembangunan yang sebenarnya. Tapi harus transparan,” katanya.
Sedangkan, untuk pelaksanaan seleksi seluruh pejabat yang ikut juga harus memiliki jiwa besar. Karena, yang namanya seleksi pasti ada yang lulus dan tidaknya.
“Kalau tidak lulus, Ya, bersiap alih generasi, karena, pemimpin yg baik harus bisa melahirkan calon pemimpin. Dan yang gagal harus legowo, itu baru revolusi mental ” tuturnya.
Disisi lain, Pengamat Pemerintahan dari Fisipol Universitas Islam Riau (UR), Saiman Pakpahan mengatakan, jika ada para pejabat yang pesimis dengan pelaksanaan seleksi tersebut, didasarsari kebiasaan pejabat dalam birokrasi pemerintahan selama ini yang masuk dalam tim dan kedekatan dengan pemimpin. Sehingga, dalam adanya perubahan sistim dilakukan pemerintah seperti penyeleksian saat ini, ada pejabat yang tidak siap.
“Tapi bagi pejabat yang sudah terbiasa dengan poin sistim mereka akan selalu bersedia ditempatkan dimana saja sesuai dengan skill dah keahlian yang mereka miliki,” ulas Saiman. Pelaksanaan seleksi untuk pejabat tersebut menurutnya, sangatlah bagus, karena dengan pelaksanaan seleksi itu akan lahir pejabat-pejabat yang profesional dengan keahlian teruji. Sehingga, pengaruhnya akan terlihat pada pelayanan masyarakat kedepan.(us/doni)




















































Thanks! And thanks for sharing your great posts every week!side effects of daily cialis