Mantap…..!!!! Polda Sumut Segera Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Patung Anugerah di Tapteng

0
374

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Dirreskrimsus Poldasu Kombes Po Drs Ahmad Haydar, melalui Kasubdit III/Tipikor AKBP Prido Situmorang, mengatakan, pihaknya berupaya sesegera mungkin mengungkap kasus dugaan korupsi proyek pembangunan patung Anugerah di kawasan bukit GM dan Labuan Angin, Kabupaten Tapteng, mengingat proyek tersebut memakan biaya yang cukup besar yakni belasan milliar.

Selain pembangunan patung Anugerah, kata Prido, pihaknya juga akan berkordinasi dengan Subdit IV/Tipiter Ditreskrimsus Poldasu untuk menyelidiki perambahan hutan dalam mendirikan patung wisata rohani tersebut.

“Lokasi pembangunan patung Anugerah yang awalnya berada di kawasan bukit GM dan kini pindah ke kawasan Bukit Labuhan Angin, ditengarai hutan lindung. Untuk membangun patung wisata rohani itu, sudah dilakukan pembukaan jalan mencapai puluhan kilometer, sehingga terindikasi terjadi perambahan hutan,” terangnya kepada suarapersada.com, Senin (28/09).

Sementara itu, keterangan diperoleh, patung Anugerah yang dananya bersumber dari APBD Pemkab Tapteng TA 2008, dibangun di kawasan Bukit GM. Pembukaan jalan dan lokasi sudah dilakukan dengan menelan biaya sekitar Rp 9 milliar. Patung Anugerah itu di datangkan dari Bandung.

Akan tetapi, menyusul diketahui kalau bukit itu merupakan kawasan hutan lindung, sehingga pembangunannya dihentikan begitu saja. Kemudian dipindahkan ke kawasan bukit Labuhan Angin dengan dana ditambah dari anggaran semula.

Selanjutnya pembangunan jalan dan lokasi sudah dilakukan tapi tanpa diketahui sebabnya pembangunan patung Anugerah di bukit Labuhan Angin kembali dihentikan, sehingga negara diduga dirugikan belasan milliar rupiah.

Selain penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Patung Anugerah itu, Tipikor Poldasu juga menyelidiki sedikitnya 22 item dugaan korupsi di Pemkab Tapteng, selama Tuani Lumbantobing menjabat Bupati Tapteng.

Ke 22 item dugaan korupsi itu antara lain, sekitar 18 item berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) termasuk diantaranya pembangunan jalan dan perkantoran, kemudian 3 item berada dibawah Dinas Pertanian. Ke 22 item proyek itu menelan biaya puluhan milliar.**Win

Tinggalkan Balasan