KUALANAMU, SUARAPERSADA.com – Gempa yang mengguncang Kabupaten Deliserdang dengan titik pusat 28 Km Deli Serdang, dengan kekuatan 5,6 SR dan 10 kedalaman 10 KM terasa hingga Bandara Kualanamu.
Akibat gempa tersebut, tiga pesawat terpaksa holding (berputar putar) di udara selama beberapa menit dan menimbulkan kepanikan pengunjung di bandara.
“Sempat terjadi kepanikan ,para pengunjung diterminal berhamburan keluar gedung. Namun, begitu reda, mereka kembali masuk ke terminal dan sekarang sudah normal dan tidak ada kepanikan lagi,” kata Wisnu Budi Setyanto Humas Bandara Kualanamu kepada wartawan, Senin (16/01).
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan gempa tektonik dengan kekuatan 5,6 SR yang mengguncang Kota Medan, Sumatera Utara, disebakan karena pergeseran lempengan Kabupaten Deli Serdang dan Tanah Karo.
“Jadi penyebabnya karena tektonik, pergeseran sesar lokal di Kabupaten Tanah Karo dan Deli Serdang, jadi pusat gempa itu disana,” kata Syahnan Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Senin malam.
Dia menyampaikan bahwa gempa yang dua kali mengguncang Kota Medan, Senin malam tadi, tidak berpotensi tsunami.
“Gempa tidak berpotensi tsunami,” pungkasnya.
Oleh karena itu disampaikan dia, masyarakat diharap agar tidak panik, tetap tenang dan waspada terhadap gempa ini.
“Jangan panik, tetap ikuti terus update informasi dari BMKG, diperkirakan gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan kerusakan,” ujar dia.
Dijelaskan, pihaknya sampai saat ini belum mendapat data, terkait adanya kerusakan yang ditimbukan akibat gempa ini.
“Belum ada kita dapat data akurat apakah ada kerusakan, kita akan berkoordinasi dengan BPBD mengenai itu,” kata dia**Win




















































