Timbun Daging Ilegal Asal India, Rumah Anggota TNI Digrebek

0
288

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Petugas jajaran Kodam I/Bukit Barisan yang dipimpin Asisten Logistik Kasdam I/BB, Kolonel Arm Anggoro Setiawan menggerebek satu rumah di komplek TNIGaperta XII Jalan HA Manaf Lubis, Blok K-48, yang menimbun daging ilegal asal India, Senin (13/06).

Dalam penggerebekan kali ini, petugas mendapati puluhan ton daging sapi. Saat petugas masuk ke rumah Kopka TS itu, pemilik rumah sempat keberatan dan marah.

“Tolonglah, Pak. Kok ramai kali gini, jangan foto-foto-lah, Pak. Kenapa jadi kayak begini ” kata istri Kopka TS.

Petugas yang didampingi Provost tetap masuk ke dalam rumah dan mendata hasil temuan di rumah Kopka TS.

“Coba tolong didata dulu. Berapa jumlahnya ini,” kata Aslog Kasdam I/BB Kolonel Arm Anggoro.

Rumah yang dijadikan tempat penimbunan daging saat ini dikepung jajaran Kodam I/BB. Kopka TS sendiri tak bisa berbuat banyak saat atasannya menggeledah rumahnya.

Asisten Logistik (Aslog) Kasdam I/Bukit Barisan, Kolonel Arm Anggoro Setiawan mengatakan, pengungkapan penimbunan daging ilegal asal India yang dilakukan V, istri anggota TNI Kopka TS sudah dipantau intel sejak lama.

Kata Anggoro,awalnya Detasemen Intel Kodam I/BB mendapat kabar soal adanya penyelundupan daging yang masuk ke komplek TNI Gaperta XII Jalan HA Manaf Lubis, Blok K-48, Helvetia.

“Karena ini masuk ke asrama TNI, tim intel kemudian melakukan penyelidikan. Awalnya, diketahui bahwa daging asal India itu dibawa ke rumah anggota kami di Gaperta XII. Setelah 10 hari dipantau, barulah tadi pagi kami tangkap kurirnya,” kata Anggoro, kepada wartawan. Senin (13/06).

Ia menjelaskan, total daging yang disita sebanyak 400 paket. Total berat bersihnya mencapai 8 ton.

“Tiap kardusnya ini berat bersihnya 20 Kg. Di kotak bungkusan daging, tertera barang berasal dari India,” kata Anggoro.

Dalam kasus ini, sambung Anggoro, pengelola bisnis berinisial V diduga banyak melanggar aturan. Selain memasukkan barang tanpa izin cukai, daging ilegal ini juga ditimbun.

“Kita inikan kerjasama penjualan dagingnya ke Australia. Tidak ada kerjasama kita dengan India. Makanya saya katakan, ini daging ilegal,” tegas Anggoro.**Win

Tinggalkan Balasan