DUMAI, SUARAPERSADA.com – Sejumlah elemen masyarakat di Kota Dumai, meminta pihak Pertamina turun tangan melakukan pengawasan bagi truk tanki yang mengangkut BBM Avtur dari Kilang Pertamina Unit Refinery II Dumai.
Hal itu diminta, agar para oknum-oknum supir truk pengangkut BBM Avtur tidak masuk ke lokasi penadahan BBM untuk menjual alias kencing BBM Avtur secara illegal.
Sebelumnya, suarapersada.com telah menyampaikan informasi dan meminta tanggapan General Manager (GM) PT Pertamina RU II Dumai, soal lokasi penampungan BBM Avtur di Bagan Besar Dumai, kerab disinggahi para oknum supir pengangkut BBM Avtur.
Saat itu, GM Pertamina RU II Dumai, Afdal, mengatakan bahwa dia (Afdal-red), akan menginformasikan ke pihak pihak fungsi terkait. “Terimaksih infonya pak, saya akan infokan ke fungsi terkait,” ujar Afdal.
Akan tetapi, hingga berita ini kembali dilansir media ini, lokasi penampungan alias penadahan BBM yang disebut-sebut milik oknum anggota TNI AD bertugas di Makodim Dumai itu, masih kerap disinggahi truk tanki BBM maupun Avtur untuk “kencing”.
Karena itu, sejumlah elemen di Kota Dumai meminta tegas, supaya GM Pertamina berkordinasi dengan Kapolda Riau, Brigjen Pol Drs Supriyanto maupun kepada Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Nurhedi.M.Si agar mengambil tindakan dan memberantas kegiatan kencing dan penampungan BBM Avtur secara illegal di lokasi itu.
Sementara itu, walau lokasi kencing dan penadahan BBM Avtur secara illegal yang berada disamping Makam Pahlawan Kota Dumai itu terus disorot media ini, akan tetapi, lokasi tersebut hingga kini tampak masih terus disinggahi truk tanki BBM dengan merek lambung Pertamina.**(Tambunan)




















































