DUMAI, SUARAPERSADA.com – Setidaknya ada 544 bangunan Los dan Kios Pasar Kelakap Tujuh di Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai-Riau, tahun 2011 lalu dibangun oleh Pemerintah Pusat lewat kementerian Perdagangan RI.
Biaya pembangunan Los dan Kios itu, menelan Anggaran Pemerintah Pusat dengan jumlah besarnya cukup fantastis lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2011 sebesar Rp 8,9 Miliyar lebih.
Akan tetapi, setelah bangunan Los dan Kios Pasar Kelakap Tujuh itu selesai di bangun akhir tahun 2011 lalu, bangunan pasar itu hampir tiga tahun sempat terlantar karena tidak ditempati dan tidak difungsikan.
Saat itu, kerusakan di beberapa Kios banyak ditemui akibat pasar itu belum difungsikan. Bahkan hampir seluruh Rolling Door Kios yang terbuat dari besi, dijarah oleh maling.
Pasar Tradisional Kelakap Tujuh ini, baru di pungsikan pada tahun 2015. Pedagang yang menempati pasar ini, dipindahkan dari pasar Dock Yeard yang memakai lahan milik PT Patra Dock anak perusahaan Pertamina (sekarang milik PT Patra Niaga).
Namun disayangkan, para pedagang itu tidak bertahan lama menenpati pasar Kelakap Tujuh yang menyerap anggaran 8.9 miliar rupiah itu. Alasan para pedang meninggalkan pasar tersebut, selain ukuran Kios dan Los terlalu kecil, juga kurang diminati pembeli.
Setidaknya sudah hampir lima bulan ini pasar itu kembali kosong tidak lagi ditempati para pedagang. Mereka (pedagang-red) tampak memilih kembali menempati pasar Dock tempat semula para pedagang berjualan.
Berangkat dari fenomena ini, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai setelah pengusulan, kembali memperoleh kucuran dana Pusat dari APBN sebesar Rp 1,7 Miliar lebih, tujuannya untuk pengembangan pasar Kelakap Tujuh.
Dari anggaran Rp 1,7 miliar lebih itu, Pemko Dumai lewat Kantor Pelayanan Pasar, membangun dua unit bangunan pasar khusus untuk pedagang ikan di pasar Kelakap Tujuh itu.
Kepala Kantor Pelayanan Pasar Pemko Dumai, H.R. Bambang Wardoyo.SH, saat ditemui suarapersada.com diruang kerjanya siang tadi, Jumat (22/4), mengungkapkan, bahwa anggaran untuk dua unit bangunan pasar ikan yang baru selesai dibagun, terserap sebesar Rp 1,7 miliar.
Menurut Bambang, dengan dibangunnya pasar ikan di Pasar Kelakap Tujuh, para pedagang maupun pembeli akan kembali meramaikan Pasar Kelakap Tujuh karena ikan yang masuk dari Sumatera Barat maupun dari Sumatera Utara, kata Bambang, akan langsung dibongkar di pasar ikan itu.
Pembongkaran ikan yang sebelumnya dilakukan di pasar ikan Jalan Pakning, Kelurahan Bukit Batrem, menurut Bambang, akan dipindahkan ke pasar Kelakap Tujuh.
“Habis lebaran nanti, kita akan optimalkan pemindahan bongkar ikan dan pemindahan para pedagang yang kembali menenpati pinggir jalan pasar Dock lama maupun jalan Ombak,” ujar Bambang.
Pemindahan para pedagan dari pinggir jalan Dock Yeard maupun jalan Ombak ke Pasar Kelakap Tujuh, yang direncanakan habis lebaran nanti, Dia (Bambang-red) berharap dan meminta antar lintas instansi turut bersinergi melakukan penertiban pedagang, agar pemindahan pedagang ke Pasar Kelakap Tujuh terlaksana, pinta Bambang.
Sementara itu, menyikapi adanya pembangunan tambahan di Pasar Kelakap Tujuh, Kota Dumai, sejumlah elemen di Kota Dumai menuding Pemko Dumai menambah catatan kerugian Negara atas pembangunan pasar ikan itu.
Hal itu mengingat Pasar Kelakap Tujuh tidak diminati para pedangang maupun pembeli, sehingga pasar Kelakap Tujuh tetap kosong dari aktivitas pedagang.**(Tambunan)




















































