Warga Tolak Berunding dengan Humas PT AFR

0
559

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Aksi ratusan warga di Jalan Teluk, RW 03 Leok, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru di depan gerbang masuk PT Asia Forestama Raya (AFR) tetap berlanjut.

Pasalnya, warga tempatan itu menolak untuk berdialog dengan staf Humas perusahaan industri triplek yang bernama Anggiat Simamora.

“Dua bulan lalu kami pernah berdialog dengan staf Humas itu membicarakan apa yang menjadi tuntutan warga tempatan. Tapi sampai hari ini tidak ada realisasinya. Kami mau berunding dengan orang nomor satu atau yang benar benar bisa mengambil kebijakan,” tegas Rudi Setiawan, Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Teluk Leok (IPPTL) kepada Suara Persada, Selasa (19/4).

Ditambahkannya, perwakilan mereka saat ini sedang mengurus izin untuk melanjutkan aksi demo besok (Rabu, 20/4). Kapan perlu warga akan membuat Dapur Umum di lokasi PT AFR. Aksi unjuk rasa damai itu dilakukan warga karena menagih janji pihak perusahaan setelah ada kesepakatan hasil perundingan dua bulan yang lalu, terkait tanggung jawab atau kepedulian sosial perusahaan atau program Corporate Social Responsibility (CSR)

PT AFR akan menyanggupi apa yang menjadi tuntutan. Seperti membantu sepenuhnya segala bentuk kegiatan di lingkungan di sekitar operasional perusahaan, menuntut segala kegiatan yang ada di PT AFR berdasarkan legalitas, perusahaan juga didesak untuk menjadikan warga tempatan yang saat ini masih berstatus buruh harian lepas (BLH) segera dijadikan pekerja atau buruh kontrak, serta beberapa tuntutan lainnya.

“Kenyataan nya perusahaan malah melakukan taktik adu domba antar buruh yang sebagian adalah warga tempatan,” kata Rizki Febriando, Ketua Serikat Pekerja Rumpun Melayu Industri Indonesia menambahkan.

Hingga berita ini diturunkan aksi warga tempatan masih berlangsung. Warga tempatan membuat blokade dengan mendirikan tenda persis di depan gerbang masuk PT AFR. Di depan tenda tadi juga ditutup lagi dengan menggunakan kursi kursi berjejer. Di kursi kursi itu ditempeli beberapa poster yang berisi tuntutan dan kecaman terhadap perusahaan grup Raja Garuda Mas tersebut.***

Tinggalkan Balasan