PEKANBARU, SUARAPERSADAcom-Pihak Direktorat Polair Polda Riau kini masih mendalami dan memburu cukong penyelundup sebanyak 2.000 karung beras dan gula selundupan yang totalnya sekira 5 ton.
Penegasan itu diungkapkan Kepala Polda (Kapolda) Riau Brigjen (Pol) Supriyanto kepada wartawan saat meninjau barang bukti tangkapan aparat Polair di atas kapal KM Andelia Jaya IV. Kapal dan muatannya telah ditarik ke Dermaga Dit Polair, di pinggir Sungai Siak, Pekanbaru, Senin (11/4).
Setelah memeriksa muaran kapal berupa 2.000 karung beras dan gula yang masing masing kemasan seberat 25 kilogram, Supriyanto sempat menginterogasi kelima tersangka, yang terdiri seorang nakhoda kapal, Fadli Yunus dan 4 anak buah kapal (ABK), yakni Jamal, Roni, Anwar Sawal dan Mazwan.
Pengakuan para tersangka, mereka mendapatkan upah mengantar gula dan beras selundupan itu ke Pekanbaru masing masing Rp800 ribu. Tetapi apesnya, setiba di Perairan Kecamatan Kateman, Indragiri Hilir, Kamis (7/4) lalu, kapal mereka diberhentikan anggota Dit Polair Polda Riau yang sedang berpatroli.
Karena tidak bisa menunjukkan dokumen, kelima tersangka dan barang bukti lalu diamankan aparat Dit Polair Polda Riau.***






















































