PELALAWAN, SUARAPERSADA.com-Sempena turut serta mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut), Asian Agri gencar mensosialisasikan Program Desa Bebas Api atau yang diberi nama Fire Free Village Program (FFVP).
Manager Sustainability Asian Agri, Zulbahri; FFVP ini sangat penting dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menstimulasi warga masyarakat agar mengetahui bahaya api serta berupaya untuk mencegah terjadinya kebakaran.
“Apalagi saat ini Provinsi Riau memasuki musim kemarau,’’ tuturnya, Minggu (13/3).
Ditambahkannya, dalam hal pencegahan karlahut tadi, Asian Agri membentuk FFVP, di mana setiap desa peserta yang mampu menjaga desanya bebas dari api berkesempatan mendapatkan hadiah atau reward sebesar Rp.100 juta per desa.
“Nantinya dana tersebut dapat mereka gunakan untuk meningkatkan prasarana fasilitas umum desanya. Adanya reward ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian warga untuk mencegah terjadinya kebakaran” ujarnya sewaktu melakukan sosialisasi FFVP di salah satu unit bisnis Asian Agri; yakni di PT. Mitra Unggul Pusaka yang berada di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.
Menurut Koordinator Environment & Sustainability Asian Agri, Hafiz Hazalin Sinaga; sosialiasai FFVP ini diikuti oleh tiga Desa yakni Desa Sotol, Desa Segati dan Desa Tambak yang berada di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.
“Sosialisasi FFVP kali ini diikuti tiga desa; yakni Desa Sotol. Segati dan Desa Tambak yang semuanya berada di Kecamatan Langgam,’’ ucapnya.
Adapun program FFVP ini, imbuh Hafiz, meliputi lima kegiatan utama yakni; pemberian reward bagi desa bebas api; penunjukkan “crew leader” yang akan melakukan sosialisasi dan pendataan areal kosong yang rawan terbakar; meningkatkan kepedulian masyarakat akan bahaya kebakaran; memberikan penyuluhan agar warga tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara bakar, serta melakukan haze monitoring.
Di kesempatan ini, Kapolsek Segati, Ipda Rusmizahelpi, mengatakan bahwa dalam upaya tindakan pencegahan kebakaran berbagai pihak harus bergandengan tangan, serta pihaknya juga akan melakukan tindakan tegas bagi setiap pelaku tindak kebakaran.
“Program yang dilakukan Asian Agri ini merupakan tindakan nyata untuk pencegahan kebakaran. Di mana kerjasama antara Pemerintah Desa, Polisi, TNI dan Perusahaan sangat dibutuhkan. Selain itu pihaknya juga akan menindak tegas para pelaku pembakaran sebagai suatu bentuk edukasi kepada yang lain agar tidak melakukan hal serupa,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Kapolsek Segati juga berharap agar pada daerah-daerah yang rawan kebakaran perlu juga dilakukan upaya patroli bersama antara perusahaan, MPA (Masyarakat Peduli Api), dan pihak kepolisian.
Camat Langgam, Sugeng Wiharyadi S.Sos. memberikan apresiasi untuk PT. Mitra Unggul Pusaka (MUP) atas upaya pencegahan terjadinya karlahut melalui sosialisasi pembentukan FFVP yang dilakukan perusahaan.
“Pembentukan FFVP yang dilakukan PT MUP ini patut diapresiasi karena merupakan upaya pencegahan kebakaran lahan. Harapan saya agar sosialisasi seperti ini dapat juga diberikan kepada para pemancing, karena salah satu penyebab kebakaran yang ada di Kecamatan Langgam diduga adanya para pemancing yang berasal dari luar daerah yang tidak memahami karakteristik desa yang rawan terbakar, sehingga membuang puntung rokok sembarangan, ” katanya.
Di tempat terpisah; humas Asian Agri, Lidya Veronica Ginting mengatakan bahwa sebelum memasuki bulan kemarau Asian Agri gencar melakukan sosialisasi guna mencegah terjadinya kebakaran.
Sosialisasi yang telah dilakukan antara lain di operasional PT MUP, di areal PT.Inti Indosawit Subur (PT IIS), di lokasi pusat pelatihan APRIL Asian Agri Learning Institute (AAA-LI) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. “Sosilisasi ini diikuti oleh 4 desa yakni Desa Lubuk Ogung, Desa Rantau Baru, Desa Lalang Kabung; dan Desa Delik,” terangnya.
Menurut Lidya lagi, berbagai kegiatan yang dilakukan adalah wujud kepedulian Asian Agri untuk mendukung terciptanya industri perkebunan kelapa sawit berkelanjutan atau sustainable palm oil, dengan harapan apa yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan dan negara.***





















































