Minta Turun Hujan di Titik Api, Rumah Zakat Gelar Shalat Istisqo

0
392

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Wakil walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, S Si, menghadiri,  mengikuti  shalat Istisqo yang di taja Rumah Zakat Kota Pekanbaru yang berlangsung di lapangan Baterai R, jalan Imam Munandar Pekanbaru, Rabu (28/10).

Pada acara shalat Istisqo tersebut turut hadir, Komandan Batalion Batrai R Pekanbaru, Pengurus dan anggota  Rumah Zakat pekanbaru dan ratusan jama’ah.

Wakil Walikota Pekanbaru, dalam sambutannya menyebutkan,  atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru mengucapkan terima kasih kepada Seluruh Jamaah peserta Shalat Istisqo. Semoga Allah SWT memberikan ampun atas diselenggarakan shalat istisqo ini. Usaha manusia harus bisa dibarengi dengan Iktiar Samawi, memohon pertolongan kepada Allah SWT, untuk merunkan  hujan sehingga Asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru ini bisa segera teratasi, kata Ayat.

Dijelaskan Ayat Cahyadi, sesungguhnya, Pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun hingga saat ini belum juga berakhir, terangnya.

Diakui Ayat, beberapa hari terakhir, hujan telah turun di Pekanbaru. Namun titik api dan sumber asap itu berada ditetangga kita. Baik itu di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, maupun Papua. Untuk itu kita meminta shalat Istisqo tetap dilakukan, karena kita memohon kepada Allah SWT menurunkan hujan di lokasi titik api.

Menurut Ayat, apapun yang dilakukan rumah zakat ini dengan menaja Shalat Istisqo, memohon kepada Allah, agar turunnya  hujan, jangan di Pekanbaru saja,  tetapi di seluruh titik-titik api diseluruh Indonesia. “Sehingga   polusi asap dan kebakaran lahan bisa terselesaikan,” ujar ayat.

Untuk lebih diketahui dampak kebakaran lahan dan kabut asap ini memang luar biasa, dan kita berterima kasih kepada panglima ABRI yang sudah mengirimkan 2 kapal, kalau antisipasi asap ini terus berlanjud. Dijelaskan Ayat cahyadi, waluapun Pekanbaru tidak ada titik api, tetapi mayarakat Kota Pekanbaru terkena  dampak yang paling terparah. Contohnya, Ispa, sudah enam puluh dua ribu masyarakat Kota Pekanbaru terkena Ispa,sebut Ayat.

Belum lagi dampak ekonomi, untuk itu kita mengingatkan lagi tidak ada daya dan kekuatan karena kita sudah berupaya semaksimal mungkin, dan sudah bekerja meminta bantuan pada Negara tetangga namun asap belum juga tuntas, dan kita sebagai umatnya untu selalu minta dan memohon pada Allah swt semoga kabut hasap ini hilang.

Secara Perekonomian dampak kabut asap ini bisa mencapai  lima kali APBD Riau didalam menanggulangi kabut asap tersebut. Kemudian Ispa, Pekanbaru yang terbanyak terkenak penyakit Ispa, walaupun Pemerintah kota sudah menyiagakan seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk Masyarakat yang terkenak Infeksi saluran pernapasan (ispa)  tetapi kabut asap belum juga teratasi. Maka disinilah usaha manusia tentu harus kuatkan memohon pertolongan kepada Allah SWT mudah-mudahan dengan melalui shalat Istisqo ini, Allah mengabulkan doa, sehingga udara di Pekanbaru menjadi bersih dan sehat kembali, tutup Ayat.**(jsn

Tinggalkan Balasan