” Berkutu” Beras Bulog Masuk ke Dumai Dinilai Kurang Berkualitas

0
6

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Kota Dumai kembali kedatangan Beras Bulog berkutu dan kurang Kualitas antar pulau dan antar provinsi dengan jumlah ton beras sebanyak 4000 ton.

Beras Bulog tersebut masuk sejak Senin 31 Agustus 2026 diangkut kapal KM DAIEI 3 sebanyak 4000 ton dari Tanjung Priok dan kini sedang proses bongkar muat oleh pekerja Kop TKBM Dumai di dermaga Pelindo Dumai, Rabu (2/9/2026).

Namun kedatangan Beras Bulog antar provinsi tersebut sangat disanyangkan karena jenis dan kualitas atau mutu beras dinilai kurang bagus dan kutu beras terlihat cukup banyak.

Informasi diterima media ini, akibat beras Bulog tersebut cukup banyak kutu sehingga buruh bongkar muat meminta tuslah (tambahan upah atau biaya ekstra) proses bongkar muat dari tarif biasa karena beras yang berkutu membuat pekerjaan terasa ekstrem.

Akibat banyaknya kutu beras, maka saat proses bongkar muat akan mempengaruhi kelancaran bongkar muat dan dapat berisiko pada kenyamanan kesehatan para pekerja.

“Kami cukup punya alasan untuk meminta tuslah atau tambahan upah ekstra dari membongkar beras ini karena kutu beras berhamburan mencemari udara palka kapal sehingga tidak terelak kutu beras menempel di tubuh dan menyebabkan badan gatal atau iritasi pada kulit serta mata” ujar seseorang buruh Kop TKBM Dumai diamini rekan buruh lainnya yang mengaku giliran bongkar beras berkutu tersebut sudah lewat.

Mereka sendiri malah menyebut heran dan seakan bertanya kenapa Bulog Dumai seakan daerah tujuan pelemparan beras berkutu. “Ini patut dipertanyakan” ujarnya sembari heran kenapa pihak Bulog Dumai seakan tidak mau tau dengan kualitas beras yang didatangkan dari Pulau Jawa tersebut.

Terkait pertanyaan yang disampaikan buruh Kop TKBM Dumai soal kualitas beras Bulog yang kerab masuk ke Riau khususnya Kota Dumai belakangan ini selalu buruk dan berkutu, media ini juga mencoba konfirmasi lewat nomor WhatsAppnya humas Bulog Dumai namun tidak berhasil.

Walau terlihat contreng dua terlihat pada nomor pengiriman WhatsApp handphonenya, namun humas Bulog Dumai, Riyanto, tidak kunjung membalasnya.

Terkait beras kurang berkualitas dan berkutu, Kepala Cabang Perum Bulog Dumai, Yusnan MT Dongoran, Rabu (2/9/2026) media ini juga belum berhasil meminta klarifikasinya.

Sebagaimana data gambar dan Vidio diterima media ini cukup jelas ada penampakan kualitas beras diduga kurang bagus dan tampak warna beras sedikit menguning dengan kutu beras terlihat banyak.

Dengan banyaknya kutu beras dimaksud membuktikan kualitas beras sudah tergolong buruk dan dapat dipastikan terjadi penurunan kualitas beras sehingga dapat dinilai tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat.

Banyaknya ditemui kutu beras menghiasi karung beras maupun di sekitaran palka kapal dapat dipastikan bahwa semenjak di beras berada di gudang Bulog daerah asal tidak dilakukan penanganan perawatan seperti pengasapan atau penanganan fumigasi.

Demikian juga setelah beras dilakukan pengiriman dari daerah asal antar pulau dan antar provinsi ke Kota Dumai dengan kapal, dapat dipastikan tidak dilakukan penanganan fumigasi atau pengasapan gas beracun terhadap beras di dalam palka kapal mengingat perjalanan kapal memakan waktu berhari-hari.

Penulis: Aston Tambunan

Tinggalkan Balasan